Categories: BERITA UTAMA

Tumpang Tindih Sertifikat, Indikasi Adanya Mafia Tanah

Jhon Wiclif : Butuh Kerja Sama Semua Pihak Untuk Berantas Mafia Tanah di Papua

JAYAPURA-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua, John Wiclif Aufa, A. Ptnh, mengungkapkan presiden telah perintahkan Menteri ATR BPN untuk memberantas mafia tanah di Indonesia, termasuk di Papua. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya  juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas mafia tanah.

  “Selama ini ada banyak persoalan terkait sengketa tanah di Papua, tetapi selama ini sudah banyak yang kami basmi, ini merupakan bukti bagaimana BPN Papua bekerja sesuai dengan instruksi Presiden,” kata John Wiclif Aufa, di Jayapura, Jumat (16/12).

  Menurut Jhon,  di Papua mafia tanah bukan hanya ada di luar  BPN, tetapi bisa saja mafia tanah ini ada di BPN sendiri. Ia pun mengaku selama ini telah menyelesaikan banyak persoalan terkait mafia tanah.

  “Ada banyak sengketa tanah yang telah kami selesaikan selama ini, namun memang untuk menyelesaikan persoalan mafia tanah ini butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.

  Di BPN sendiri kata dia telah dibuatkan aturan, dimana jika mafia tanah ini ada di dalam internal BPN, maka segera ditangani bersama. Karena dalam proses perolehan tanah di Papua ada yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan cara yang tidak benar, hal ini tentunya akan dikaji secara bersama oleh pihak BPN.

   “Pada dasarnya mafia tanah ini ada karena niat yang jahat, berbagai upaya telah kami lakukan, namun saya selalu menegaskan kepada seluruh jajaran BPN untuk menuntaskan kasus mafia tanah ini secara bersama-sama,” tandasnya.

  Mafia tanah yang sering terjadi di Papua kata John Wiclif Aufa, biasa terjadi pada persoalan tumpang tindih akta tanah, yang walaupun memang belum terlalu besar, namun pihaknya akan lebih dini menuntaskan persoalan semacam itu, guna mendukung pembangunan di Papua.

  “Sering kali kami selesaiakan kasus tumpang tindih sertifikat, hal ini yang menjadi kasus yang sering terjadi di Papua,” ungkap John Wiclif Aufa

  John Wiclif Aufa sendiri mengaku dalam  kurun waktu tiga tahun terakhir ini mafia tanah di Papua semakin berkurang. Hal ini, kata dia, tidak terlepas dari kerja keras dari BPN, maupun dukungan pihak lain.

  “Saya bangga karena akhir akhir ini kasus mafia tanah di Papua sudah berkurang, ini membuktikan bagaimana kami (BPN Papua) bekerja keras untuk menyelesaikan kasua mafia tanah di Papua,” ujar John Wiclif Aufa.

  Ia pun mengharapkan di tahun yang akan datang semangat kerja seluruh jajaran BPN Papua harus lebih ditingkatkan sehingga bisa menyelesaikan kasus mafia tanah.

   “Kami harap ditahun 2023, lebih banyak lagi kasus kasus mafia tanah yang bisa dieselesaikan, sebab dengan banyak kasus mafia tanah yang kita urus, tentunya bisa mendukung pembangunan tanah Papua,” harap John Wiclif Aufa. (rel/tri)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

7 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

8 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

9 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

10 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

12 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

13 hours ago