Pada spanduk lainya juga berisi tulisan kritikan kepada pansel DPRK yang tidak memperhatikan perintah undang-undang dan PP 106 terkait dengan kuota 30% perempuan. “Perintah UU Otsus, PP106, Pergub, Perwal, tidak dilaksanakan oleh pansel Kota Jayapura yang tidak memperhatikan 30% bagi perempuan,”bunyi spanduk tersebut.
Plt. Sekda Kota Jayapura, Evert Merauje mempersilahkan warga yang tidak puas dengan hasil tersebut silahkan digugat melalui PTUN atau jalur pengadilan. Karena desakan atau aksi yang dilakukan masyarakat tersebut tidak bisa mengubah hasil kerja yang sudah dilakukan Pemkot Jayapura melalui pansel.
Dia menjelaskan, mengenai dua orang kursi perempuan yang ada didalam kursi DPRK pengangkatan sudah sesuai dengan aturan bahkan sudah mendapat persetujuan dari Kemendagri. “Dari 9 kursi ini dibagi 35 kursi, hasilnya 2,7 persen dan dibulatkan ke bawah,” pungkas Evert.(roy/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…
Namun, KPAI juga menekankan pentingnya strategi lanjutan agar kebijakan ini tidak mengabaikan hak anak atas…
Apresiasi penghargaan pemerintah daerah terbaik itu disampaikan atau diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direkturat Jenderal…
Aulia melanjutkan, salah satu upaya TNI dalam memperkuat pertahanan negara yakni menggelar apel rutin untuk…
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 60/TK/2025 tentang Penganugerahan Tanda…
Kalimak Wanimbo alias Lalam Wanimbo alias Jengkol Lalam diduga terlibat dalam kasus kekerasan serta perampasan…