“Atas nama kemanusiaan hentikan cara cara seperti ini,” tegasnya. Ia pun berharap hal seperti ini tidak berulang, sebab menganggu proses kerja kerja kemanusiaan dan pembangunan di Papua. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terulang karena sangat menganggu percepatan pembangunan dan upaya pelayanan kepada masyarakat,” kata Frits. Disini Frits mengingatkan para kontraktor dan pengusaha untuk tidak mengambil resiko dengan melakukan aktivitas di wilayah wilayah rawan konflik.
Pasalnya, imbasnya adalah pekerja yang menjadi korban. Dan kalau pun melakukan pekerjaan di wilayah konflik, harus melakukan koordinasi dengan otoritas-otoritas sipil di daerah tersebut. Misalnya dengan para bupati, camat, kepala kampung setempat dan TNI-Polri.
“Koordinasi ini agar seminimal mungkin mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan, juga mengingatkan kelompok sipil bersenjata untuk tidak menebar teror secara terus menerus kepada sipil,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…
Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kepala Kejari Merauke Paris Manalu mengungkapkan, dalam laporan yang diterima pihaknya terdapat dugaan lima kegiatan…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…