“Atas nama kemanusiaan hentikan cara cara seperti ini,” tegasnya. Ia pun berharap hal seperti ini tidak berulang, sebab menganggu proses kerja kerja kemanusiaan dan pembangunan di Papua. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terulang karena sangat menganggu percepatan pembangunan dan upaya pelayanan kepada masyarakat,” kata Frits. Disini Frits mengingatkan para kontraktor dan pengusaha untuk tidak mengambil resiko dengan melakukan aktivitas di wilayah wilayah rawan konflik.
Pasalnya, imbasnya adalah pekerja yang menjadi korban. Dan kalau pun melakukan pekerjaan di wilayah konflik, harus melakukan koordinasi dengan otoritas-otoritas sipil di daerah tersebut. Misalnya dengan para bupati, camat, kepala kampung setempat dan TNI-Polri.
“Koordinasi ini agar seminimal mungkin mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan, juga mengingatkan kelompok sipil bersenjata untuk tidak menebar teror secara terus menerus kepada sipil,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…