“Atas nama kemanusiaan hentikan cara cara seperti ini,” tegasnya. Ia pun berharap hal seperti ini tidak berulang, sebab menganggu proses kerja kerja kemanusiaan dan pembangunan di Papua. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terulang karena sangat menganggu percepatan pembangunan dan upaya pelayanan kepada masyarakat,” kata Frits. Disini Frits mengingatkan para kontraktor dan pengusaha untuk tidak mengambil resiko dengan melakukan aktivitas di wilayah wilayah rawan konflik.
Pasalnya, imbasnya adalah pekerja yang menjadi korban. Dan kalau pun melakukan pekerjaan di wilayah konflik, harus melakukan koordinasi dengan otoritas-otoritas sipil di daerah tersebut. Misalnya dengan para bupati, camat, kepala kampung setempat dan TNI-Polri.
“Koordinasi ini agar seminimal mungkin mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan, juga mengingatkan kelompok sipil bersenjata untuk tidak menebar teror secara terus menerus kepada sipil,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Hadir juga Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Nur Hasan, Pj. Sekda Keerom, Stenly Mongka,…
Kossay menyebut peristiwa ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat makna strategis yang memunculkan beragam…
‘’Yang dia berikan kepada kami foto copy STNK. Aslinya tidak ditunjukkan. Kemudian BPKB juga tidak…
Kepada wartawan di Universitas Cenderawasih (Uncen) pada, Senin (20/1/2026) pria yang akrab disapa Pigai itu…
Nilai proyek pembangunan dermaga apung Marampa tahap IV yang tercantum dalam daftar pelaksana anggaran (DPA)…
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay,…