Categories: BERITA UTAMA

BWS dan BMKG Beda Persepsi Soal Kemarau

JAYAPURA – Prediksi mengenai kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai memicu kekhawatiran publik terutama di Papua. Namun, turunnya hujan di sejumlah wilayah di Papua belakangan ini menimbulkan tanda tanya: apakah ancaman “El Nino Godzilla” benar-benar nyata atau sekadar prediksi yang meleset?.

Disatu sisi berdasarkan kajian ahli, musim kering tahun 2026 diproyeksikan datang lebih awal dan bersifat lebih gersang jika dibandingkan dengan kondisi normal. Karena itu BMKG mengingatkan Masyarakat untuk bijak dalam menggunakan sumber-sumber air yang ada. Meredam kekhawatiran masyarakat tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) mengatakan ketersediaan air di Papua terkhusunya Kota Jayapura saat ini tergolong aman meski musim kemarau melanda beberapa bulan ke depan.

Hal ini disampaikan langsung Kepala BWS Papua, Dave Muhaimin kepada Cenderawasih Pos di Kotaraja, Jumat (17/4). Dalam keterangannya Ia mengajak masyarakat untuk tidak panik berlebihan dalam menghadapi musim kemerau beberapa bulan ke depan, sebagaimana di prediksikan BMKG.

Menurutnya, Papua kaya akan sumber daya alam, terutama air dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya diseluruh Indonesia yang tanpa El Nino saja pasti mengalami Kekeringan. Sehingga dalam konteks ini, seharusnya Papua tidak akan mengalami kekurangan air, meski dilanda kekeringan yang berkepanjangan.

Dave menyampaikan hal ini karena wilayah Papua sebagai besarnya dikelilingi oleh hutan, serta pemanfaatan air oleh masyarakat masih tergolong kurang, meski sumber airnya melimpah. Sebagai contoh di Kota Jayapura kata kepala BWS itu adalah sungai Tami dan Jaifuri yang mempunyai Catchment atau daerah tangkapan air cukup besar di danau Sentani, Kabupaten Jayapura yang seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau sungai Tami itu catchmentnya besar, sehingga tidak berkurang dan tetap setabil sepanjang tahun meski musim kemerau berkepanjangan. Biar tidak ada hujan juga masih banyak air-air dangkal yang tertahan di tanah yang dapat menyumbang ke sungai, sehingga digunakan masyarakat,” kata Dave kepada Cenderawasih Pos.

Meski demikian, Dave menyampaikan bahwa prediksi musim kemerau berkepanjangan di seluruh Indonesia terkhususnya di Kota Jayapura akan berpotensi membawa dampak kekeringan bagi sumur-sumur bor atau galian yang hanya mempunyai kedalaman 10 meter atau lebih. Selain itu kepala BWS menyebutkan, ada beberapa kali di kota Jayapura yang berpotensi akan mengalami kekeringan ketika El Nino datang diantaranya, Kali Acay dan Sborgonji yang berlokasi di Abepura.

Hal ini menurutnya terjadi karena catchment area sungai yang kecil. “Kalau sumur hujan tidak turun satu bulan saja bisa kering, apalagi musim kemerau berkepanjangan, tidak hanya disini daerah lain juga begitu,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan sumber mata air yang terletak di dok ll, samping kantor PUPR provinsi Papua, diketahui akan tetapi bertahan meski musim kemerau berkepanjangan melanda kota Jayapura. Hal ini terjadi diperkirakan karena mata air tersebut mempunyai kedalaman bornya mencapai ratusan meter atau sumber airnya dari dalam tanah (akuifer).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago