Categories: BERITA UTAMA

Pesan Bakso, Pria Paro Baya Ditemukan Tak Bernyawa

Anggota Polsek Japsel saat melakukan olah TKP di kamar tempat Agus Ahmad (66) ditemukan tak bernyawa di Kompleks Kampung Buton, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (19/1). ( FOTO: Humas Polresta)

JAYAPURA-Diduga sakit, seorang pria paro baya Agus Ahmad (66) ditemukan tak bernyawa di kamar tidurnya di Kompleks Kampung Buton, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (19/1). 

Agus diketahui meninggal dunia dari seorang penjual bakso yang hendak menyajikan semangkok bakso yang dipesan. Namun saat bakso diantarkan ke dalam kamar, saksi menemukan Agus sudah dalam kondisi tidak bernyawa. 

“Almarhum pertama kali ditemukan oleh pedagang bakso yang mengantarkan bakso ke dalam kamar. Namun ketika sampai di dalam kamar, saksi menemukan almarhum sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ungkap Kapolres Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav Urbinas melalui Kapolsek Jayapura Selatan, AKP. Yosias Pugu, kemarin (19/1).

Melihat kejadian ini, saksi menurut Yosias Pugu langsung menginformasikan kepada tetangga almarhum yang selanjutnya menginformasikan kepada anak dan cucu almarhum yang saat itu berada di luar rumah sedang bekerja.

Dari keterangan anak dan cucunya, diketahui bahwa almarhum memang menderita sakit diabetes dan diduga kuat almarhum meninggal karena sakit yang dideritanya beberapa tahun terakhir ini.

 “Dari keterangan keluarga, terakhir almarhum sempat memeriksakan diri ke dokter terkait kadar gulanya. Dimana almarhum sudah hampir satu bulan ini sakit terbaring di rumah. Kedua kakinya mengalami luka yang tidak kunjung sembuh,” jelas Yosias Pugu.

 Lanjutnya, pihak keluarga telah menerima kematian almarhum. Karena sakit dan tidak menghendaki untuk dibawa lagi ke rumah sakit. Untuk itu, jenazah langsung dimandikan dan selanjutnya dimakamkan.

 “Penyidik telah berkordinasi dengan keluarga almarhum dan Ketua Kerukunan Keluarga Gorontalo Kota Jayapura yang bernama Alex Deu, untuk menjelaskan pentingnya dilakukan aisum Luar ataupun autopsi. Namun keputusan keluarga dan kerukunan tetap enggan untuk almarhum dibawa ke rumah sakit serta menolak untuk dilakukan visum luar ataupun autopsi. “Keluarga sudah menerima kematian almarhum karena sakit yang diderita,” tutupnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

9 hours ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

10 hours ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

11 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

12 hours ago

Ragam Busana Nusantara Warnai Karnaval Budaya

Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…

13 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

15 hours ago