Menurutnya, intensitas hujan di Jayapura beberapa hari terakhir membuat para pekerja tidak dapat memaksimalkan waktu kerja, sehingga progres pembersihan menjadi lebih lambat dari rencana awal. Penutupan total jalur Ringroad berdampak pada meningkatnya kemacetan di sejumlah titik Kota Jayapura, terutama di jalur Skyland yang menjadi salah satu rute utama masyarakat.
Menurut Iptu Oktovianus, sebenarnya kemacetan di Skyland dapat diminimalkan apabila masyarakat memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan dan sudah dalam kondisi baik, lengkap dengan penerangan jalan.
“Masih banyak masyarakat yang tidak memaksimalkan jalur alternatif. Padahal jalurnya sudah bagus, terutama dari arah Kotaraja menuju Jayapura. Tetapi kenyataannya masyarakat tetap memilih lewat Skyland meskipun harus antre dan berdesak-desakan,” tuturnya.
Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti mengapa pengguna jalan lebih memilih jalur Skyland, meski kondisi lalu lintas di sana kerap padat dan tersendat. Di tengah kondisi kemacetan yang meningkat, aparat kepolisian terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Setiap titik rawan kemacetan ditempatkan dua hingga empat personel untuk melakukan penguraian arus kendaraan.
“Terutama di depan jalan masuk SMAN 4 Entrop. Setiap jam sekolah, kami selalu berjaga karena di sana kemacetannya cukup parah,” jelas Iptu Oktovianus.
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…