Categories: BERITA UTAMA

Empat Daerah Dikategorikan Rawan

JAYAPURA – Berdasarkan indeks kerawanan Pemilu, Bawaslu Papua mendata ada empat daerah di Papua yang berpotensi rawan paling tinggi. Empat wilayah tersebut adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Yapen, Kota Jayapura dan Kabupaten Sarmi.

Sementara untuk kategori daerah rawan sedang meliputi Kabuaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Keerom, dan Biak Numfor sedangkan rawan rendah adalah Kabupaten Supiori.

Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin menyebut peta kerawanan tersebut dikukur dari empat dimensi yakni isu sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi masyarakat.

“Kerawananya dilihat dari isu sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi masyarakat,” kata Hardin kepada wartawan usai kegiatan launching pemetaan kerawanan Pemilihan 2024 di Provinsi Papua yang digelar di Hotel Aston Jayapura, Selasa (17/9).

Selain itu juga kata Hardin, gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi satu indikator yang bisa menjadi penyebab terganggunya pelaksanaan Pemilu. Dan satu wilayah yang berpotensi terjadi kerawanan KKB adalah Kabupaten Yapen. “Namun di beberapa titik lainnya mengacu pada pelaksanan Pileg dan Pilpres kemarin, kelompok ini (KKB-red) tidak terlihat muncul,” ujarnya.

Terlepas dari itu kata Hardin, serangan fajar juga masih menjadi bagian dari kerawanan dalam Pilkada pada November mendatang.

“Pandangan kami, politik uang masih menjadi potensi kerawanan di Pilkada besok,” sindir Hardin.

Sementara itu, terkait dengan launching pemetaan kerawanan Pemilihan 2024 di Provinsi Papua. Hardin menyebut kegiatan ini upaya deteksi dini dari Bawaslu untuk melakukan pencegaham pencegeahan terhadap potensi-potensi koflik yang akan terjadi pada pelaksanaan Pilkada mendatang.

“Dalam pandangan kami jika mengacu pada tiga tahapan besar misalnya tahapan pencalonan, kampanye hingga tahapan penghitungan suara. Ada beberapa daerah yang rawan sebagaimana yang sudah saya sebutkan di atas,” sambungnya.

Sementara itu, Praktisi hukum sekaligus pegiat Pemilu, Anugrah Pata mengatakan semua wilayah berpotensi rawan, khususnya wilayah yang saling berbatas administrasi antar kabupaten, antar provinsi, antar negara, serta wilayah terisolir atau jangkauan jauh dan sulit transportasi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Karhutla Berdampak pada Habitat Satwa

Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, mewakili Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, mengatakan…

34 minutes ago

Tak Cukup Sekedar Sampaikan Informasi, Harus Pahami Prinsip Jurnalistik

   Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto  menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…

2 hours ago

Kebakaran Melanda Yayasan Pondok Hidayatullah Boven Digoel, 32 Santri Dievakuasi

Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…

3 hours ago

Pasca Penembakan Nakes Trauma, Layanan Kesehatan di Jila Jadi PR Dinkes Mimika

Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…

4 hours ago

BMKG Waspadai Sebaran Asap Lintas Batas dari Papua Nugini

Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…

5 hours ago

Warga Diminta Tidak Terprovokasi Soal Isu Suku

Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…

6 hours ago