Categories: BERITA UTAMA

Keabsahan New York Agreement Dipertanyakan

Sementara, aksi massa yang awalnya dikatakan akan menurunkan ribuan orang ternyata tidak terbukti. Aktifitas warga juga tidak sepenuhnya lumpuh mengingat pasar tradisional dan sejumlah pusat perbelanjaan masih beraktifitas seperti biasa.

Meski ada beberapa yang tutup namun itu tak lepas dari sekolah yang berada didekat jalan utama, seperti SMP. St. Paulus Abepura dan juga SMP Adven yang berada di padang bulan. Persiapan upacara di Lapangan Trikora juga dilakukan seperti biasa.

Satu warga bernama Abdul mengaku awalnya merasa cemas dan takut karena dari selebaran kertas yang beredar tampak seperti aksi besar – besaran namun dengan melihat mobilitias aparat kepolisian yang siaga sejak Rabu malam akhirnya mereka berani membuka toko.

“Memang ada rasa takut,tapi tidak seperti sebelum sebelumnya. Sekarang sudah kami anggap biasa,” singkatnya. Polri menyiapkan langkah antisipasi dengan menurunkan sekitar 700 personel, yang terdiri dari 300 personel Polresta Jayapura Kota, 300 personel Polres Jayapura, dan 100 personel dari Polda Papua.

Beberapa titik yang akan dijaga ketat, Kombes Benny yang meliputi Taman Imbi, Dok V atas, Pos Kampung Buton-Skyline, Lingkaran Abepura, Uncen Bawah, pertigaan USTJ, Perumnas, Expo, Genyem, Jalan Sosial Sentani, Mata Jalan Pos 7, Kampung Harapan, Pasar Lama, serta area lain yang dianggap rawan.

Tidak hanya di Jayapura dan sekitarnya, pengamanan juga akan dilakukan di daerah lain seperti Jayawijaya, Nabire, Dogiyai, dan Deiyai. Kombes Pol. Ignatius Benny menambahkan bahwa Polri juga bekerja sama dengan TNI serta Pemerintah Daerah untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Pantauan Cenderawasih Pos di Waena, massa yang awalnya berkumpul di Perumnas II akhirnya berhasil dipukul mundur oleh aparat.

Namun massa yang kocar kacir ini justru menyebar di tiga titik dan kemudian menyerang balik. Terjadi lemparan batu berkali – kali  dan itu dibalas dengan tembakan air mata. Blokade aparat di Perumnas II ini berakhir sekira pukul 13.30 WIT dimana setelah dianggap reda, aparat kemudian meluncur ke Expo Waena dan kembali membubarkan massa.

Sempat terjadi ketegangan bahkan aparat dan massa akhirnya berhadap – hadapan setelah sebelumnya dihambur menggunakan gas air mata. Sekira pukul 15.00 WIT akhirnya massa yang dikawal Kabag Ops, Kompol Clief Duwith ini berhasil disuruh mundur masuk ke Jl Buper Waena. Hingga sore hari tak ada insiden berarti hingga semua membubarkan diri. (kar/jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNSGubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

1 day ago

Presiden Panggil Menhan, Panglima, Kapolri hingga Kepala BIN ke Hambalang

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…

1 day ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 days ago

Kabar Duka Haji 2026: Total Korban Meninggal Jemaah RI Jadi 7 Orang

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…

2 days ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

2 days ago

Bermula Khawatir Susah Bimbingan dan ”Dibantai” saat Sidang

Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…

2 days ago