Sementara, aksi massa yang awalnya dikatakan akan menurunkan ribuan orang ternyata tidak terbukti. Aktifitas warga juga tidak sepenuhnya lumpuh mengingat pasar tradisional dan sejumlah pusat perbelanjaan masih beraktifitas seperti biasa.
Meski ada beberapa yang tutup namun itu tak lepas dari sekolah yang berada didekat jalan utama, seperti SMP. St. Paulus Abepura dan juga SMP Adven yang berada di padang bulan. Persiapan upacara di Lapangan Trikora juga dilakukan seperti biasa.
Satu warga bernama Abdul mengaku awalnya merasa cemas dan takut karena dari selebaran kertas yang beredar tampak seperti aksi besar – besaran namun dengan melihat mobilitias aparat kepolisian yang siaga sejak Rabu malam akhirnya mereka berani membuka toko.
“Memang ada rasa takut,tapi tidak seperti sebelum sebelumnya. Sekarang sudah kami anggap biasa,” singkatnya. Polri menyiapkan langkah antisipasi dengan menurunkan sekitar 700 personel, yang terdiri dari 300 personel Polresta Jayapura Kota, 300 personel Polres Jayapura, dan 100 personel dari Polda Papua.
Beberapa titik yang akan dijaga ketat, Kombes Benny yang meliputi Taman Imbi, Dok V atas, Pos Kampung Buton-Skyline, Lingkaran Abepura, Uncen Bawah, pertigaan USTJ, Perumnas, Expo, Genyem, Jalan Sosial Sentani, Mata Jalan Pos 7, Kampung Harapan, Pasar Lama, serta area lain yang dianggap rawan.
Tidak hanya di Jayapura dan sekitarnya, pengamanan juga akan dilakukan di daerah lain seperti Jayawijaya, Nabire, Dogiyai, dan Deiyai. Kombes Pol. Ignatius Benny menambahkan bahwa Polri juga bekerja sama dengan TNI serta Pemerintah Daerah untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Pantauan Cenderawasih Pos di Waena, massa yang awalnya berkumpul di Perumnas II akhirnya berhasil dipukul mundur oleh aparat.
Namun massa yang kocar kacir ini justru menyebar di tiga titik dan kemudian menyerang balik. Terjadi lemparan batu berkali – kali dan itu dibalas dengan tembakan air mata. Blokade aparat di Perumnas II ini berakhir sekira pukul 13.30 WIT dimana setelah dianggap reda, aparat kemudian meluncur ke Expo Waena dan kembali membubarkan massa.
Sempat terjadi ketegangan bahkan aparat dan massa akhirnya berhadap – hadapan setelah sebelumnya dihambur menggunakan gas air mata. Sekira pukul 15.00 WIT akhirnya massa yang dikawal Kabag Ops, Kompol Clief Duwith ini berhasil disuruh mundur masuk ke Jl Buper Waena. Hingga sore hari tak ada insiden berarti hingga semua membubarkan diri. (kar/jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura Sejumlah anak perwakilan dari sejumlah kelas di SD YPPK Gembala Baik, nampak…
Saat ini, pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data dengan instansi terkait untuk memetakan titik krusial yang…
Giat ini melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)…
Dikatakan, pungutan yang dilakukan oleh sekolah melalui komite yang ada di setiap satuan sekolah harus…
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua bersama jajaran satuan kerja Direktorat Lalu Lintas…
Sejak Wasil Jhon MR Patai meniup pluit kick off babak pertama, Mamteng FC yang mengincar…