Categories: BERITA UTAMA

TPNPB Tuding Pdt Eliaser Mata-mata Pihak Keamanan

Satu Korban Penembak di Nduga Kembali Dilaporkan

JAYAPURA-Juru bicara TPNPB, Sebby Sembom menyatakan bahwa 10 korban yang tewas  ditembak oleh kelompok  TPNPB adalah intelejen. Itu dikonfirmasi oleh kelompok yang dipimpin oleh Egianus Kogoya dimana kata Sebby saat TPNPB begitu kami masuk  ke kampung Nogolait untuk mengibarkan bendera bintang fajar. Tapi saat itu menurutnya terlihat salah satu masyarakat sambil sembunyi – sembunyi ambil gambar serta video sehingga langsung ditembak di tempat.

Setelah itu TPNPB kembali menembak lima orang yang sedang berjaga kios di jalan Batas Batu. “Lalu setelah menguasai jalan Batas Batu di Nogolait, tiba-tiba muncul 1 truk lewat. Kami tahan dan periksa dan saat itu 4 orang merunduk dan dianggap mencurigakan sehingga mereka kembali menembak 4 orang tersebut,” bebernya.

Setelah TPNPB menuju jalan batas batu dan bertemu sebuah truk dan menembak sopirnya. “Lalu sekira pukul 15.30 sore ada satu orang lagi yang kami tembak. Dari 12 orang tersebut, 10 orang meninggal dunia  dan 2 orang luka-luka,” imbuhnya.

Sebby juga menuding Pdt Eliaser adalah mata – mata dari pihak keamanan. “Itu (Pdt Eliaser) adalah mata – mata TNI-Polri dan banyak pendeta yang dipakai oleh TNI-Polri sebagai agen. Contohnya Nataniel Tabuni di Mbua dulu,” tuding Sebby.

Sementara informasi terkini disebutkan bahwa pihak keamanan tengah mencoba melakukan evakuasi satu korban penembakan lainnya di Kampung Nogolait. “Cuma kami belum memperoleh data detail namun anggota sedang menuju TKP sesuai laporan bahwa ada satu orang lagi yang terkena tembakan,” singkat Dir Krimsus Polda Papua, Kombes Pol Faisal melalui ponselnya.

Sementara itu, dari Timika dilaporkan salah seorang pasien atas nama Sudarmin (39), korban penyerangan KKB di Nduga sudah diizinkan pulang oleh tim medis RSUD Mimika, Senin (18/7) kemarin.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonoius Pasulu yang dikonfirmasi mengatakan, satu pasien sudah diizinkan pulang. Selanjutnya, pasien tetap diwajibkan melakukan kontrol ke Poliklinik Bedah selama tiga hari ke depan setelah keluar dari rumah sakit.

Sementara pasien lainnya, Has Jon menurut dr Anton masih menjalani perawatan. Tim medis masih melakukan observasi ketat di ruang ICU. Namun ia memastikan pasien dalam kondisi stabil.

Informasi lainnya, Senin (18/7) kemarin juga dilakukan pemakaman terhadap korban atas nama Alexander Fawawan (45) di tempat pemakaman umum SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya oleh pihak keluarga.

Sebelum dimakamkan jenazah Alex disemayamkan di rumah duka yang berada di belakang SMA Negeri 1 Mimika, Nawaripi. Kemudian dibawa ke Gereja Katholik Santo Petrus SP 1 untuk proses misa requen yang dipimpin Pastor Agus, OFM. (ade/ryu/dil/nat)

newsportal

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

2 hours ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

2 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

3 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

3 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

4 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

4 hours ago