Categories: BERITA UTAMA

Dampak Konflik, Banyak Warga Mengungsi

Wamendagri Tegaskan Konflik Berhenti dan Kembalikan Masa ke Daerah Asal

WAMENA- Aksi saling serang antara dua kelompok massa yang kembali terjadi di wilayah Distrik Wouma dan wilayah Musaima Distrik Hubikiak sejak Jumat (15/5) pagi, membuat warga khawatir. Bahkan, demi keselamatan sejumlah warga memilih untuk mengungsi ke Polres Jayawijaya, Kodim 1702/ Jayawijaya dan Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena, Sabtu (16/5)

Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, hingga hari Minggu (17/5) kemarin, jumlah pengungsi di Mapolres Jayawijaya sudah mencapai 997 orang, sedangkan di Kodim 103 orang. Sebelumnya dilaporkan, sejumlah warga sebelumnya juga sempat mengungsi di 4 gereja yang ada di Kota Wamena, namun sebagian sudah bergeser ke Mapolres Jayawijaya. Untuk di Gereja Katolik Kristus Jaya dilaporkan ada 50 warga yang mengungsi ke tempat ini.

Wamendagri Dr. Ribka Haluk, S,Sos, M.Si bersama Gubernur Papua Pegunungan Dr. Jhon Tabo, SE, M.B.A dan sejumlah Forkopimda saat menemui salah satu kelompok massa yang terlibat konflik, Sabtu (16/5). (foto:Denny/ Cepos)

Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk mengambil langkah cepat untuk membantu. Yakni, dengan menyediakan fasilitas tidur yang layak kepada para pengungsi berupa kasur dan selimut untuk mereka yang ditampung sementara di Aula Jan Bernard Reba Polres Jayawijaya dan Gereja Katolik Kritus Jaya Wamena.

Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Pegunungan Agustinus Howay saat menyerahkan bantuan peralatan tidur dari Gubernur Papua Pegunungan menegaskan, Gubernur Papua Pegunungan sudah membentuk tim penanganan dari Pemprov Papua Pegunungan.

“Kami sudah turun Ke Kelompok Lanny Jaya maupun Kurima pada Selasa lalu dengan harapan konflik ini mulai mereda, kami sudah sepakati masalah ini akan dikembalikan kepada yang punya masalah, yang punya masalah harus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya di Polres Jayawijaya, Sabtu dini hari.

Menyikapi persoalan ini, Kementerian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan 8 Kabupaten bersama unsur pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, aparat keamanan, serta berbagai elemen langsung mengelar rapat koordinasi di Hotel Grand Baliem Wamena, Sabtu (16/5).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

8 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

9 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

10 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

15 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

16 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

17 hours ago