Dari pertemuan ini ditegaskan bahwa konflik antar sesama OAP di wilayah itu dinyatakan berhenti dan masa dari masing-masing yang terlibat konflik dipulangkan ke kabupaten asal.
Wakil Mentri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk, S,Sos, M.Si menyatakan pihaknya meminta kepada Pemerintah di Provinsi Papua Pegunungan dan 8 kabupaten harus ikut bertanggungjawab dalam kurun waktu selama 14 hari namun, penanganannya sudah dimulai sejak tanggal 7 Mei.
“Saya minta ini dihitung semua untuk dibuatkan tanggap daruratnya agar pemerintah bisa mengeluarkan APBD-nya dan kami sudah sepakat jika perang sudah selesai dan tidak ada lagi, yang ada hanya mencari para korban yang belum ditemukan,” ungkapnya, Sabtu (16/5) di Kantor Bupati Jayawijaya.
Ribka juga menekankan agar pemerintah tak melepas tanggung jawab ini kepada pihak keamanan saja, namun semua ikut bertanggungjawab. Artinya penanganan konflik ini sudah masuk dalam ranah pemerintah, sehingga mau siapapun dia harus ada dalam satu komando kepala daerah di 8 kabupaten adalah Gubernur Papua Pegunungan.
“Saya berharap semua berada dalam satu Komando Gubernur Papua Pegunungan untuk menenangkan situasi ini sehingga koordinasi antara Pemkab Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara dan Yahukimo ini harus berjalan baik agar meredam semua konflik yang ada di wilayah Jayawijaya,” tegas Ribka Haluk..
Di tempat yang sama Gubernur Papua Pegunungan Dr. Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan poin pertama adalah rehabilitasi untuk perdamaian mulai Sabtu kemarin berlaku. Tidak ada lagi reaksi untuk perang antara dua kelompok masa. Tim yang sudah dibentuk baik Pemkab Jayawijaya, Lanny Jaya dan Yahukimo, dan Tolikara untuk berkoordinasi dan mengambil langkah untuk menertibkan keamanan bersama aparat TNI/Polri.
“Selain mencari korban yang belum ditemukan, kami juga akan memulangkan masyarakat yang sudah berbondong-bondong datang untuk mengikuti perang di Wamena untuk dipulangkan ke Lanny Jaya, Tolikara dan Kurima,” bebernya
Gubernur Papua Pegunungan bersama seluruh Forkopimda 8 kabupaten menyatakan konflik tersebut berhenti melakukan perang saudara dan langkah selanjutnya adalah pemulihan, rehabilitasi dan lain -lain. Namun soal penyelesaian dan segala macam nanti akan dibicarakan di kemudian hari, ini persoalan yang sudah lama dan bahkan sudah diselesaikan 2 tahun lalu.
Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…
Fenomena ini dipicu oleh menyusutnya jumlah generasi muda yang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.Berdasarkan…
Dalam patroli yang melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya…
Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional…
Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…