Categories: BERITA UTAMA

Kapolda Ingatkan Pejabat Tidak Masuk Dalam Politik Praktis

JAYAPURA-Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri secara tegas mengingatkan pada pejabat yang ada di Papua untuk tidak masuk  bermain dalam politik praktis.

Ia mengingatkan agar jangan mengatasnamakan rakyat kemudian berbicara seolah – olah rakyat sepenuhnya mendukung. Apalagi jika dikaitkan dengan isu yang tidak sejalan dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Kapolda Papua menyoal tentang penyampaian aspirasi yang dibawa oleh DPRD Kabupaten Dogiyai dan Deiyai yang diserahkan ke Wakil Ketua 1 DPR Papua, Yunus Wonda pada, Selasa (18/5).

Ketika itu para anggota DPRD ini menyampaikan soal tiga hal, dimana salah satunya berkaitan dengan penolakan dibangunnya Polres di Dogiyai.  Di sini Kapolda menyinggung soal kebijakan yang diambil dalam institusi Polri dimana kon sekuensi pengembangan wilayah baik kabupaten hingga distrik maka akan berkaitan dengan kantor polisi baik Polres, Polsek maupun maupun Polsubsektor. Lalu apa yang disampaikan oleh DPR maupun wakil  bupati dikatakan akan menjadi catatan tersendiri  baginya.

“Mereka pernah bertemu dengan saya menyampaikan aspirasi itu dan saya sampaikan karena itu ada kabupaten maka akan dibangun kepolisian resort di sana dan itu  konsekuensi adanya pemekaran wilayah. Setelah kami menunjuk Polres maka Polda Papua akan menyiapkan personel untuk menempati Polres di sana,” ujar Fakhiri menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Mapolda Papua, Rabu (18/5).

Ia mengaku kaget jika ada unsur pemerintah apalagi DPR yang menggunakan  lambang garuda dan dibiayai negara kemudian menyampaikan aspirasi seperti itu.

“Selaku Kapolda saya mempertanyakan itu,” ucapnya dengan nada meninggi. Kendati demikian ia menambahkan bahwa upaya dan langkah-langkah pendekatan akan dilakukan untuk menjelaskan kepada masyarakat. “Jadi waktu mereka datang ke saya juga membawa kepala suku. Ironis rasanya jika sebuah kabupaten hanya ada Polsek. Tapi tidak masalah kami akan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.

Namun disini ia kembali mengingatkan agar  para pejabat yang ada di daerah untuk menghentikan permainan politik praktis. “Stop  memainkan politik praktis  dan jangan selalu membuat hal – hal yang seolah-olah itu dari masyarakat. Saya sudah lantik (pejabat Polres) dan segera saya minta Kapolres baru mengambil langkah-langkah pendekatan,” tutupnya. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: POLDA

Recent Posts

Tiga Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Tewas Ditembak

Mereka dilumpuhkan dalam operasi penegakan hukum di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo,…

2 hours ago

Nerlince Wamuar Rollo Raih Penghargaan Nasional

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mengembangkan program kesejahteraan keluarga yang berpijak…

6 hours ago

Ondoafi Marweri Contoh Konkrit Perubahan dari Kampung

Dihadapan warganya yang berjumlah sekitar 200 orang ini, malam itu Ondoafi Marweri meminta anak-anak muda…

12 hours ago

Persoalan Sampah di Kab. Jayapura Bak Benang Kusut

Padahal produksi sampah terus berjalan setiap hari, satu hari saja tak diangkut bisa bermasalah, apalagi…

1 day ago

Polisi Bantarkan Tersangka Kasus Ibu Bakar Anak di Sentani

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan medis menyatakan tersangka mengalami sakit berat dan membutuhkan penanganan…

1 day ago

Sukses Besar Dalam 60 Tahun

Inggris unggul lebih dulu atas Prancis dengan skor 4-0 di babak pertama berkat gol Declan…

1 day ago