Categories: BERITA UTAMA

Pemkot Tegaskan Pasar Bukan Untuk Tempat Tinggal

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk menata kembali Pasar Mama-Mama Papua, bukan hanya terkait praktik judi togel, tetapi juga persoalan adanya oknum yang tinggal menetap di area pasar selama bertahun-tahun. Temuan ini terungkap saat Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, melakukan sidak pada Jumat (14/11).

Dalam peninjauan mulai dari lantai 2 hingga lantai 4, Rustan Saru menemukan sejumlah ruang dan lapak yang telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Kondisi lantai 4 bahkan sudah menyerupai kos-kosan dengan kamar-kamar yang ditata layaknya hunian pribadi.

Rustan Saru mengaku kaget sekaligus prihatin melihat situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah tegas untuk memindahkan para oknum yang tinggal di pasar tersebut.

“Pasar bukan tempat tinggal. Tempat ini diperuntukkan untuk berjualan. Dalam waktu dekat oknum-oknum yang tinggal di sini akan dipindahkan,” tegas Rustan.

Temuan ini ternyata sejalan dengan keresahan para pedagang. Banyak di antara mereka merasa terganggu dengan keberadaan pihak-pihak yang memanfaatkan pasar sebagai hunian dan bahkan diduga ikut mengendalikan sejumlah fasilitas.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, beberapa fasilitas umum seperti WC serta sejumlah ruangan lain yang seharusnya dikelola petugas pasar malah dikuasai oleh oknum tertentu.
Untuk itu, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut harus kembali berada di bawah kendali petugas resmi pasar.

“Semua fasilitas, termasuk WC dan ruangan lainnya, tidak boleh lagi dikunci atau dikuasai pedagang. Semuanya kami serahkan kembali kepada petugas pasar,” ujarnya.

Sejumlah pedagang menyambut baik langkah tegas pemerintah. Mereka berharap penataan ini dapat memulihkan fungsi pasar sebagai ruang ekonomi rakyat yang aman, bersih, dan tertib. “Kami harap pemerintah benar-benar tegas. Jangan ada lagi yang merasa paling berkuasa di sini. Pasar harus dikelola oleh petugas resmi,” ungkap salah satu pedagang.

“Saya sudah konfirmasi ke Disprindag, bahwa mereka memang tidak mengetahui atau tidak mengizinkan oknum-oknum ini,” lanjutnya.

Dengan berbagai temuan dan rencana penertiban tersebut, Pemkot Jayapura menegaskan bahwa penataan Pasar Mama-Mama Papua menjadi prioritas, demi kenyamanan pedagang maupun pembeli serta mengembalikan fungsi pasar sebagaimana mestinya.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

4 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

5 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

11 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

12 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

13 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

18 hours ago