“Yang terpenting adalah MBG harus dijelaskan, lalu dilihat manfaat MBG. Ternyata pelaksanaan MBG ada resistensi, yaitu ada daerah yang dapat, ada daerah yang tidak dapat,” katanya. Frits menambahkan, aksi para pelajar juga menunjukkan adanya aspirasi lain yang perlu diperhatikan, yakni tuntutan terhadap pendidikan gratis. Menurutnya, hak atas pendidikan merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga pemerintah perlu mendengar apakah kebutuhan pendidikan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat dibandingkan program makanan gratis.
“Yang harus bisa dilihat dari demo yang dilakukan pelajar adalah pendidikan gratis itu sebagai kebutuhan, hak atas pendidikan sebagai hak asasi manusia,” ujarnya. Karena itu, Frits meminta pemerintah dan DPR tidak mengabaikan aspirasi tersebut. Para pelajar perlu difasilitasi untuk menyampaikan tuntutannya melalui ruang dialog yang aman dan terbuka. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…
Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar mengatakan dokter spesialis yang disiapkan antara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…
Menanggapi lonjakan angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian inovasi programatik untuk memutus rantai penularan.…
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mencatat kenaikan signifikan pada penerimaan retribusi di Pasar…