Categories: BERITA UTAMA

Masalah Perumahan Masih Tinggi, Papua Dapat Program Bedah Rumah 21 Ribu Unit

JAYAPURA-Enam gubernur di tanah Papua berkumpul di Jakarta untuk membahas program-program yang akan dilakukan di daerah mereka masing-masing. Para gubernur ini bertemu dengan para menteri, mulai dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan guna mempertanyakan pengembalian dana Otsus, tingga bertemu dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, permasalahan perumahan di Papua masih tinggi. Hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum memiliki rumah ataupun tinggal di rumah tidak layak huni.

“Menteri PKP punya program baik rumah subsidi maupun bedah rumah dan lain-lain. Bahkan untuk yang bedah rumah, dia mengalokasikan 21.000 (rumah di wilayah Papua),” ucap Mendagri usai menghadiri Rapat Persiapan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni di enam Provinsi di wilayah Papua, di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Rabu, (15/4).

Mendagri menyebut, sebelumnya belum pernah ada program perumahan yang masif seperti itu. Bahkan, Kementerian PKP juga memiliki program khusus untuk daerah perbatasan, termasuk di wilayah Papua.

Menurut mantan Kapolda Papua ini, masifnya program tersebut akan sulit dilakukan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini mengingat wilayah Papua memiliki enam provinsi dan 42 kabupaten/kota.

“Kalau kita secara mudah-mudah saja ya, 21.000 dibagi 42 kabupaten/kota lebih kurang hampir 500. Itu berapa biaya yang harus dikeluarkan APBD setiap kabupaten/kota yang ada di sana?” ujarnya.

Sementara, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, selain program bedah rumah, pihaknya juga menyiapkan program perumahan bagi masyarakat Papua. Program tersebut diantaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan rumah subsidi.

“Kemudian juga ada kawasan kumuh tiga (lokasi) yang diperbaiki, yaitu di Provinsi Papua, di Jayapura. Kemudian, di Papua Selatan dan juga di Sorong, jadi programnya masif,” ucap Maruarar.

Sementara Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menyampaikan, program yang dimaksud mencakup peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah, serta inisiatif khusus pembangunan sekitar 2.200 unit rumah di Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

29 SPPG Layani 67.423 Siswa di 322 Sekolah

  Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Kota Jayapura menjadi salah…

52 minutes ago

Tak Ada Waktu Terbuang Sia-sia Tanpa Tujuan, Isi Dengan Berbagai Kegiatan Produktif

  Di bawah komando Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, lembaga pemasyarakatan ini terus…

2 hours ago

Akhirnya, Uncen Fasilitasi Ujian Dokter Sampai Lulus

  Pimpinan universitas membeberkan kronologi, tata aturan akademik, serta jalan keluar konkret yang diambil pemerintah…

3 hours ago

Saatnya Merebut Status KING dari Thailand!

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan itu kembali memunculkan…

4 hours ago

Demontrasi Dilindungi Namun Harus Beretika

Tak hanya itu, yang cukup menonjol beberapa hari lalu adalah aksi pengibaran bintang kejora di …

8 hours ago

Bentrok Antarwarga di Mimika, Satu Orang Terluka

Jajaran pimpinan kepolisian setempat turun langsung mengendalikan massa, dipimpin oleh Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak,…

9 hours ago