Categories: BERITA UTAMA

Hadapi Kemarau, 23 Sumber Air Dicek Ulang

JAYAPURA– Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Papua telah memprediksi akan terjadi kemarau panjang pada bulan Mei hingga Juni 2026. Terkait hal ini, PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau yang diprediksi oleh BMKG Wilayah V Jayapura berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026, dengan puncak pada Agustus.

Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi termasuk dari pernyataan resmi BMKG Wilayah V Jayapura, Papua. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan saat ini fokus melakukan perawatan rutin terhadap sumber-sumber air, terutama yang berada di kawasan Pegunungan Cycloop.

“Kami memiliki 23 sumber air yang hingga saat ini masih terawat dengan baik. Aliran sungai masih mampu menampung volume air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4).

Selain perawatan, pihaknya juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar sumber air guna mencegah kerusakan lingkungan yang dapat mengganggu ketersediaan air bersih.

Menurut Entis, ketersediaan air di Kota dan Kabupaten Jayapura sangat bergantung pada curah hujan, sehingga musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga pasokan air. Tapi ia optimis.

“Kami optimistis, meskipun ada prediksi kemarau panjang, curah hujan mingguan masih terjadi sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air,” jelasnya.

Distribusi air saat ini juga diatur berdasarkan wilayah sumber. Beberapa sumber air seperti Kojabu, Kampwolker, hingga intake Entrop melayani distrik tertentu, sementara sumber lainnya disebar untuk menjangkau pelanggan di berbagai wilayah kota dan kabupaten.

Dengan pengelolaan 23 sumber air yang tersebar, perusahaan masih memiliki cadangan pasokan untuk menjaga layanan tetap berjalan. Entis berharap peringatan dini dari BMKG dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga sumber air. “Ini menjadi momentum bagi kami untuk meningkatkan perawatan dan memastikan tidak ada aktivitas yang dapat mengganggu aliran air bagi masyarakat,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

1 day ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

1 day ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

1 day ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

1 day ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

1 day ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

1 day ago