Categories: BERITA UTAMA

Rencana Penyematan Mahkota Cenderawasih Kepada Presiden Ditentang

JAYAPURA – Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Jayapura pekan depan salah satunya mengagendakan peresmian gedung Papua Youth Creative Hub. Gedung yang berada di daerah resapan ini menjadi tempat berkumpulnya anak – anak muda Papua yang memiliki potensi menjanjikan. 

Hanya saja dalam peresmian tersebut tersebar potongan rundown bahwa panitia akan menyematkan Mahkota Cenderawasih  kepada Presiden Jokowi.

Potongan rundown ini lantas memantik respon dari sejumlah pegiat lingkungan di Jayapura yang menolak penyematan menggunakan satwa dilindungi.

“Yang begini sudah sering, panitia kerap menyiapkan mahkota Cenderawasih kepada tamu – tamu dari luar.  Pertanyaannya, sampai kapan? Apakah setiap pejabat dari Jakarta datang itu harus diberikan mahkota Cenderawasih,” tulis Tery Anderson Manufandu dalam pesan tertulisnya.

Ia merasa ada kebiasaan yang harus dirubah sebab jelas – jelas Cenderawasih adalah satwa dilindungi. “Apakah sampai Cenderawasih punah barulah kita mulai beralih ke mahkota imitasi?,” sambung Terry.

  Begitu juga disampaikan Bertho Yekwan. Pria jangkung yang menjadi anggota Papuan Voice ini menyatakan tidak perlu lagi memahkotai tamu dari luar. “Noken itu sudah betul, tidak perlu selalu mahkota Cenderawasih. Coba belajar dan memahami soal mahkota itu apakah semua bisa diberikan. Lagipula itu dari satwa yang dilindungi Undang – undang,” cecarnya.

Irwan Johan yang pernah memimpin Earth Hour Jayapura ini melihat bahwa yang perlu dipahami bahwa baik Cenderawasih, Mambruk maupun Kasuari sama – sama menjadi satwa yang dilindungi karena terancam punah. Satwa – satwa ini masuk dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE.

“Kami pikir yang diperlukan adalah komitmen. Kalau gedungnya tertera tulisan kreatif akan menarik jika teman – teman di dalam juga bisa menyiapkan sesuatu pengganti mahkota Cenderawasih. Yang imitasi atau sejenisnya sebab saya pikir mereka pasti bisa,” imbuhnya.

Beberapa pegiat lingkungan lainnya juga memilih langsung menghubungi Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar untuk menyampaikan sikap mereka.

“Saya dan teman – teman sudah berkomunikasi dengan Billy dan dijawab bahwa tidak betul ada penyematan mahkota Cenderawasih. Kita tunggu saja semoga panitia betul tidak menyiapkan mahkota tersebut,” singkat Rahmad Saleh, yang kenyang keluar masuk NGO lingkungan dalam pesan singkatnya. (ade)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

14 minutes ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

45 minutes ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

2 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

3 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

4 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

5 hours ago