Categories: BERITA UTAMA

Polisi Sebut Massa Ditunggangi dan Ditemukan Molotov

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen mengungkapkan kericuhan ini berawal saat massa aksi memaksakan untuk melakukan long march, dimana sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk massa berkumpul di Lingkaran.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen

‎Lanjut Kapolresta, negosiasi bersama pihak massa aksi sempat disetujui bahwa massa akan bergeser ke lingkaran atas. Namun kata Kapolresta, massa tidak terima dengan itu dan ada yang melakukan pelemparan batu ke arah pihak kepolisian. Sebutnya ‎untuk penanganan massa aksi sudah berjalan seprti biasa dan sebelumnya, namun dari kesepakatan yang telah disepakati antara aparat dan korlap massa aksi.

“Ada provokator-provokator yang diduga tetap memaksakan kehendak untuk long march,” bebernya.

Ia menduga aksi tersebut merupakan modus dari masa aksi untuk ciptakan bentrok dengan aparat. “Dan ini sudah tidak murni mahasiswa lagi. Sudah ditunggangi KNPB,” tegasnya.

Tak hanya itu dari hasil penyisiran ditemukan bom molotov. Molotov digunakan untuk membakar karena di tempat yang terbakar ditemukan beberapa sumbu. ‎Ia menegaskan, massa aksi telah menyiapkan bom molotov namun terdeteksi.

“Molotov ada karena beberapa sumbu kami temukan dari lokasi kebakaran. Ada juga yang tak sempat digunakan,” ungkap Kapolresta.

Sementara bentuk anarkis yang dilakukan pendemo yakni melakukan pembakaran kendaraan dan lapak pedagang. Dua unit mobil dinas milik Polri dirusak dan satu mobil milik PDAM Kota Jayapura dibakar. Korban berjatuhan sebanyak tiga orang akibat terkena lemparan batu dari massa aksi, dua diantaranya merupakan anggota Polri sementara satu lainnya yakni masyarakat sipil yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling.

Tak hanya itu, salah satu grobak jualan milik warga setempat hangus terbakar. Beberapa kendaraan roda dua milik warga juga dijatuhkan masa aksi ditengah jalan, Kondisi ini menimbulkan amarah dari warga. “Kenapa kendaraan kita yang menjadi target. Kitakan tidak tahu, macam tidak ada hati,” kesal salah satu warga saat mengangkat kendaraannya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Buron 2 Tahun, Mantan Bupati Minahasa Utara Dibekuk di Timika

Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…

15 hours ago

Pentingnya Ruang Aman Diskusi Seksualitas Bagi Remaja

  Peristiwa obrolan tidak pantas di grup WhatsApp yang beredar di media sosial tersebut dinilai…

15 hours ago

Tradisi Anyam Papua Terancam Hilang Akibat Bahan Baku yang Semakin Sulit

​Penyebab pertama mengakar pada pergeseran sosial yang berlangsung cepat sejak awal milenium. Sejak memasuki tahun…

16 hours ago

Warga Panik Selamatkan Barang dan Padamkan Api, Malah Ada Orang Sibuk Mencuri

   Di antara reruntuhan, anak-anak bermain dengan rangka sepeda yang hangus terbakar. Di sudut lain,…

16 hours ago

Korban Kebakaran Capai 3.000 Lebih, Wali Kota Minta Dukungan Pusat

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., yang…

17 hours ago

Kasus SMAN 4 Jadi Alarm Pengawasan Siswa di Era Digital

Dugaan pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan sejumlah siswa SMAN 4 Jayapura mendapat perhatian Ombudsman…

17 hours ago