Categories: BERITA UTAMA

Tiga Jenazah dan Black Box Diterbangkan ke Timika

JAYAPURA-Tiga jenazah kru pesawat Rimbun Air PK-OTW beserta black box diterbangkan dari Bandara Bilogai Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (16/9).

Sebelumnya, Kamis (16/9) dini hari tim gabungan TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi ketiga jenazah korban jatuhnya pesawat Rimbun Air PK- OTW dari Kampung Bilogai, Distrik Sugapa di ketinggian 2.400 meter koordinat 7219979585751 menuju ke Bilogai.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, setibanya di Timika ketiga jenazah akan dibawa ke RSUD Timika dan akan diserahkan ke pihak maskapai atau keluarga korban dan selanjutnya diberangkatkan ke kampung halamannya masing-masing.

“Pilot Hj. Mirza  akan diterbangkan ke Bogor. Sementara kopilot  Fajar diterbangkan ke Jati Makmur Pondok Gede, Bekasi dan enginering Iswahyudi diterbangkan ke Balikpapan, Kalimantan Timur,” ungkap AM Kamal, kemarin (16/9).

Kamal menyebutkan, Basarnas juga telah membawa black box atau kotak hitam pesawat twin otter milik Rimbun Air ke Timika guna dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat yang memiliki kode registrasi PK-OTW tersebut. 

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L.M. Randanh menyampaikan, Tim SAR gabungan yang membawa kotak hitam pesawat Rimbun Air PK- OTW tiba di Timika, Kamis (16/9) sekira pukul 10.05 WIT.

 Untuk sementara, kotak hitam tersebut diamankan di Lanud Timika. Kotak hitam rencananya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Jumat (17/9) hari ini. “Black box akan diamankan dulu dan kami akan buatkan berita acara ke KNKT,” ucap George.

Dijelaskan, kotak hitam ditemukan tim SAR gabungan di bagian ekor pesawat Rimbun Air yang jatuh di Bukit Kampung Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Kamis (16/9) dini hari  sekira pukul 04:00 WIT. Tim SAR gabungan berhasil membuka badan pesawat bagian ekor dan mengeluarkan black box.

“Tim berjalan dari Sugapa menuju lokasi jatuhnya pesawat Rabu (15/9) malam pukul 22.00 WIT. Perjalanan ke lokasi kurang lebih lima jam,” bebernya. Sebelumnya, proses evakuasi sempat terkendala cuaca. Namun tim Gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat setempat, akhirnya berhasil mengevakuasi tiga jenazah kru pesawat Rimbun Air PK-OTW dari lokasi jatuhnya pesawat.

Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan menyampaikan, ketiga jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing. Selain mengevakuasi 3 jenazah kru pesawat, tim gabungan juga berhasil menemukan black box dari pesawat Rimbun Air PK-OTW.

“Black box berhasil diamankan tim TNI dan Polri dan Basarnas, selanjutnya akan dibawa Basarnas ke Timika,” ungkap Sandi Sultan kepada Cenderawasih Pos, kemarin pagi.

Kapolres Sandi Sultan mengaku selama proses evakuasi pesawat Rimbun situasi aman terkendali tidak ada hal-hal yang menonjol.

Sebelumnya, pesawat twin otter milik Rimbun Air dengan kode registrasi PK-OTW hilang kontak saat penerbangan dari Bandara Douw Aturure, Nabire menuju Bandara Bilogai di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Rabu (15/9) pukul 07.37 WIT. Adapun identitas korban yakni, pilot Hj. Mirza, kopilot Fajar dan enginering Iswahyudi. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago