Sementara Kasidik Kejati Papua, Valery Sawaki mengatakan, modus dan perbutan para tersangka yaitu melaksanakan pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana Airosport mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penyerahan hasilnya tidak sesuai dengan kontrak.
“Misalnya tentang pekerjaan timbunan yang seharusnya berukuran 500 x 500 namun dalam pelaksanaanya hanya seluas 500 x 382 meter, ada juga beberapa modus lainya yang akan kami ungkapkan detail dalam pengadilar tipikor nantinya,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, Sawaki juga menyampaikan bahwa Penyidik Pidsus Kejati Papua sudah mengantong beberapa nama baru yang akan dijadikan sebagai tersangka berikutnya.
“Tersangka baru akan kami umumkan ke publik dalam waktu dekat,” tegasnya.
Adapun penanganan perkara Airosport di SP-5 Kab Mimika Tahun Anggaran 2021, kemudian penyidik juga mendalami kegiatan proyek penimbunan di lokasi yang sama di tahun 2020 senilai Rp 18 miliar serta pembangunan gedung di area penimbunan airosport senilai Rp 14 miliar. (fia/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…