

Wakapolresta AKBP Deni Herdiana
JAYAPURA – Polemik terkait jabatan direktur RSUD Dok II Jayapura yang mengklaim sebagai Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr Anton Mote dan drg Aloysius Giyai akhirnya dipertemukan. Dua pejabat ini dipertemukan dalam satu ruangan yang difasilitasi oleh Polresta Jayapura Kota. Wakapolresta, AKBP Deni Herdiana yang memimpin pertemuan tersebut.
Dikatakan sebelumnya terrdengar informasi ada ribut-ribut di RSUD Dok II dan saat itu Kabag Ops diperintahkan langsung mengecek ke lokasi dan mengajak keduanya untuk ke Polresta. Cara ini dirasa lebih tepat ketimbang hanya psywar menebar informasi terkait sikap saling klaim.
“Kemarin kami pertemukan keduanya dan kami pikir sedikit berbeda dari yang dibayangkan. Keduanya bersikap bijak dan tidak ribut karena memahami apa yang harus diutamakan,” kata Deni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/5).
Maksud Wakapolres adalah keduanya paham bahwa dari polemik jabatan yang muncul, pelayanan kesehatan di RSUD Dok II tetap harus diutamakan. Harus tetap berjalan tanpa interest kepentingan jabatan dan kata Wakapolres keduanya sangat memahami itu dan setuju bahwa sekalipun ada polemik namun tak boleh mempengaruhi pelayanan kesehatan. Lanjut Deni, baik Aloysius Giyai maupun Anton Mote juga tidak terlalu ngotot untuk ribut dan menyerahkan sepenuhnya pada keputusan gubernur.
“Keduanya sama-sama memegang SK dimana saat ini dijabat oleh pak Mote namun pak Aloysius Giyai juga memiliki SK. Namun terakhir ada informasi yang menyebut jika pak Mote memiliki SK untuk menjabat disalah satu provinsi DOB sehingga lahirlah SK untuk pak Aloysius dan ini yang akhirnya menjadi polemik. Ada dua SK dengan jabatan yang sama,” jelas Wakapolresta.
Namun dari kondisi ini keduanya sepakat untuk menunggu petunjuk atau keputusan dari Plh Gubernur guna memutuskan mana yang akan menjabat sebagai direktur RRSUD Dok II Jayapura. “Kami juga sepakat bahwa keduanya saling menahan diri dan akhirnya keduanya setuju untuk itu. Lalu ada keputusan lain dimana baik dokter Mote maupun dokter Aloysius sama – sama memiliki ruangan di RSUD Dok II namun untuk ruangan direktur masih digunakan pak Mote dengan alasan data, kelengkapan dinas dan pertanggungjawaban yang memang harus dipertanggungjawabkan,” kata Wakapolresta. (ade/wen)
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…
Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…