Categories: BERITA UTAMA

Minta DPRD Fasilitasi Penyelesaian Masalah

Keluarga Korban Penembakan Bakal Palang Jalan

WAMENA– Keluarga Alm Stevanus Wilil yang menjadi Korban penembakan di Distrik Libarek Minggu lalu mengancam akan melakukan aksi pemalangan kembali pada Senin (17/4) agar DPRD Kabupaten Jayawijaya menfasilitasi penyelesaian masalah ini dengan pihak Polres Tolikara, dan menuntut kehadiran Kapolda Papua, Irwasda dan Kabid Propam Ke Wamena.

Salah satu Keluarga Korban Simson Alua menyatakan untuk Penyelesaian masalah penembakan yang terjadi di Distrik Libarek, dimana keluarga korban sudah melakukan pertemuan dengan Polres Tolikara dan sudah ada kesepakatan yang disampaikan, namun untuk menfasilitasi pertemuan selanjutnya keluarga minta yang menjadi pihak ketiga itu adalah DPRD Jayawijaya.

“Kami tidak mau Polri yang menfasilitasi karena mereka sebagai pelaku tidak mungkin menjadi pihak kegita untuk menyelesaikan masalah ini, kami mau yang memfasilitasi kami adalah DPRD Jayawijaya antara pihak korban dan pelaku,” ungkapnya Minggu (16/4) kemarin.

Pihaknya sudah menyurat kepada DPRD Jayawijaya, namun sampai dengan saat ini tidak ada tanggapan dari Anggota DPRD Jayawijaya, oleh karena itu pihaknya akan kembali melakukan pemalangan jalan trans Papua di Distrik Libarek yang menghubungkan Wamena dengan Kabupaten pemekaran seperti Tolikara, Puncak Jaya, Mamberamo Tengah, dan Yalimo ke Jayapura.

“Kami minta maaf senin besok kami akan melakukan aksi pemalangan kembali jalan yang melintasi Distrik Libarek, dan Kami minta DPRD Jayawijaya harus melihat dan memfasilitasi kami untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Simson Alua.

Keluarga juga meminta kepada Kapolda Papua, Irwasda dan Kabid Propam Polda Papua harus datang ke Wamena untuk menangani masalah ini agar semua yang disampaikan terang benderang dan bisa di pahami dan diketahui oleh masyarakat bagaimana proses yang dilakukan, dan kejadian seperti ini jangan terulang kembali.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak melalui jalur Libarek lagi pada hari senin karena kami keluarga korban akan kembali melakukan aksi pemalangan, disamping itu Kami jugfa akan duduk di DPRD Jayawijaya,” bebernya.

Ia juga menambahkan untuk Waktu pemalangan itu dari Pihak keluarga tak akan menentukan, sampai apa yang menjadi permintaan kami itu ditindak lanjuti oleh Kapolda Papua untuk datang ke Wamena dan DPRD Jayawijaya harus menfasilitasi penyelesaian masalah ini baru palang itu akan di buka kembali.

“Sebelum ada jawaban dari mereka kita tidak akan membuka palang di ruas jalan Libarek, sehingga sekali lagi kami harapkan masyarakat tidak melalui jalan tersebut hari senin ini,” tutupnya. (jo/wen)

newsportal

Recent Posts

BPBD Jayawijaya Ingatkan Warga, Ada 11 Titik Panas di Beberapa Wilayah

Plt Kepala BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyebutkan dari informasi yang dihimpun…

2 hours ago

Capek dan Kurang Tidur, Ratusan Warga Antre Untuk Pijat Refleksi

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran…

3 hours ago

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

4 hours ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

5 hours ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

6 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

7 hours ago