Categories: BERITA UTAMA

Akan Jadi Bahan Evaluasi KPU

Soal Anggota KPPS yang Sakit Hingga Meninggal Dunia

JAYAPURA – Di tengah isu banyaknya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang kelelhan hingga meninggal dunia saat pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu),  namun KPU Papua mengklaim sejauh ini di wilayahnya masih aman.

Ketua KPU Papua, Steve Dumbon, menyebut hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya anggota KPPS yang sakit atau meninggal dunia akibat kelelahan di tempat pemungutan suara (TPS).

“Sampai saat ini KPU belum menerima laporan adanya anggota KPPS yang dirawat di rumah sakit maupun meninggal dunia akibat kelelahan saat menjalankan tugasnya,” ucap Steve saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (16/2).

Lanjut Steve, yang ada hanyalah salah seorang anggota Lindungan Masyarakat (Linmas) yang bertugas mengawal proses pelaksanaan pemilu di TPS 5 Kampung Yoka, meninggal dunia di TPS diduga faktor kelelahan selama proses penyelenggaraan Pemilu 2024 yang dilaksanakan Rabu (14/2) lalu.

“Sampai saat ini kami baru menerima laporan seorang anggota Linmas yang meninggal dunia, atas nama Ketua KPU dan staf KPU menyampaikan turut berduka cita atas insiden itu,” kata Steve.

Sementara itu, Steve mengatakan anggota KPPS di Pemilu tahun ini akan menjadi bahan evaluasi bagi KPU. “Kita evaluasi ulang terutama dari kinerjanya, perilaku dan hal hal yang berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang kepemiluan dan lain lain,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi catatan kedepannya yakni bagaimana moral seseorang itu baik dan tahu tentang kepemiluan.

“Rekruitmen KPPS kedepan yang menjadi catatan adalah moralnya baik, minimal dia tahu tentang kepemiluan, proses pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi suara di tingkat TPS,” ucapnya.  Juga yang terpenting adalah sehat jasmani dan rohani, perihal umur bukan suatu jaminan.

Kedepannya, materi Bimtek kepada anggota KPPS harus diperdalam. Dengan begitu, mereka  menjadi paham akan tugas dan tupoksinya ketika berada di lapangan.

“Karena ini menggunakan APBN, sehingga kami menyesuaikan apa yang telah dijadwalkan dan ditangani oleh KPU RI. Namun, untuk Pilkada nanti dengan menggunakan APBD. Kita berharap bisa mengantisipasinya jauh hari, intinya kita belajar dari Pemilu kali ini,” pungkasnya. (fia/wen)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago