

Bentrok di Mappi, Sejumlah Warga dan Aparat Terluka
MERAUKE- Bentrok yang terjadi antar warga di Kepi, ibukota Kabupaten Mappi yang berujung antara warga dengan aparat menyebabkan sejumlah warga dan aparat kemaanan terluka. Bentrok ini terjadi pada Rabu (15/12) siang sampai malam, kemarin.
Kapolres Mappi AKBP Damianimus Edi Susanto saat dihubungi lewat telpon selulernya ke Mappi membenarkan bentrokan yang terjadi tersebut yang diperkirakan sejumlah warga maupun dari pihak aparat terluka.
Kapolres Damianimus Edi Susanto mengungkapkan bentrok antara warga ini bermula dari adanya pembacokan terhadap seorang warga di jalan raya, sehingga keluarga dari korban yang dibacok tersebut tidak terima kemudian menyerang pihak pelaku di Kampung Mbepe. Awalnya, bentrokan ini tidak terlalu besar namun karena ada yang memvideokan orang yang sedang membawa senjata tajam membuat warga yang divideokan tidak terima dan tersulut emosinya. Apalagi video-video tersebut diupload ke dalam media sosial.
‘’Karena biasanya masyarakat disini pendek berpikir sehingga cepat tersulut emosinya dan terjadi bentrok antara kedua kelompok tersebut,’’ jelasnya.
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya dari kepolisian mendatangi TKP untuk membawa korban yang dibacok ke rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif. ‘’Tapi mungkinan namanya solidaritas ya, tapi saya juga kurang tahu, kemudian sama-sama berkumpul untuk saling menyerang. Nah, disitu kita berusaha mengamankan. Tapi, massanya juga cukup banyak, seratusan. Tidak bisa hitung karena terkoordinir juga begitu. Itu yang kita halau dan halau,’’ terangnya.
Namun karena sore dan gelap, situsinya tambah memanas. Masyarakat kembali saling menyerang dengan membawa alat tajam dan panah di jalan raya. Selain terjadi bentrok antara warga tersebut, ada juga kelompok masyarakat yang menyerang posko aparat yang ada di Kepi, Kabupaten Mappi. Akibatnya penyerangan ini, membuat adanya anggota aparat yang terluka. ‘’Tapi kita belum pastikan yang menyerang ini dari kelompok mana dan berapa yang terluka,’’ jelasnya.
Namun begitu, Kapolres belum bisa memastikan berapa jumlah warga dan aparat yang terluka. ‘’Banyak juga anggota kami yang dilempar dengan batu. Kalau tidak pintar-pintar ada juga yang kena senjata tajam. Massa betul-betul sudah brigas apalagi saat mulai pukul 6 sore dan mereka beraksi di jalan raya. Masyarakat bawa senjata tajam dan yang sangat rawan itu warga yang bawa panah. Kalau kita tidak hati-hati, anak panah bisa menancap di bagian tubuh kita,’’ terangnya.
Selain adanya warga yang terluka tersebut, ada juga pengrusakan terhadap terhadap barang yang terhadi di sepanjang jalan, tempat terjadinya bentrok tersebut. Kendati begitu, Kapolres mengaku pihaknya terus berupaya untuk meredam situasi yang ada di Mappi tersebut yang dibackup dari pihak TNI yang ada di Mappi.
‘’Sementara ini kjita terus berupaya meredam situasi yang ada dan kita juga melakukan penggalangan dengan tokoh masyarakat dari kedua kelompok tersebut termasuk menggalang para anggota dewan untuk meredam situasi ini. Kita dari aparat keamanan ini sebenarnya berusaha untuk melerai dan meredam, namun mereka tak terima dan menyerang aparat dan ini yang kita antisipasi juga untuk tidak terulang lagi,’’ pungkasnya. (ulo)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…