

Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long. (foto:Karel/Cepos)
Danpomdam: Kasus Tukang Parkir di Entrop Diserahkan ke Oditur Militer
JAYAPURA-Kasus penyalahgunaan senjata api (senpi) oleh oknum anggota TNI belakangan ini cukup masif terjadi di Papua. Bulan September 2025 saja, tercatat sudah ada dua kasus menonjol yang ramai diperbincangkan publik.
Kasus pertama terjadi pada Rabu, 3 September, di Kota Jayapura, ketika seorang oknum anggota Polisi Militer (POM) TNI diduga menembak seorang tukang parkir. Tidak berselang lama, kasus serupa kembali terjadi di Kabupaten Keerom, di mana seorang anggota TNI menembak rekannya sesama anggota.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, meminta agar kejadian-kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi TNI maupun Polri, khususnya terkait standar penggunaan senjata api di lapangan.
“Kalau bisa penggunaan senpi ini, baik oleh anggota TNI maupun Polri, harus dievaluasi,” ujar Tan Wie Long di Gedung DPRP, Jumat (12/9).
Ia menegaskan, evaluasi SOP penggunaan senpi penting dilakukan untuk mencegah kasus penyalahgunaan senjata yang dapat mencederai nama baik institusi. “SOP-nya harus diperhatikan lagi, sehingga masalah penyalahgunaan senpi ini tidak terulang lagi,” sarannya.
Page: 1 2
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…