“Untuk pekerjaan jalan trans kami belum fokus soal itu, kami masih fokus terhadap gugurnya peronil kita saat jalankan tugas,” ujarnya. Peristiwa tragis yang menimpa Brigpol Muhammad Arif Maulana dan Bripda Nelson Runaki menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi aparat keamanan dalam menjaga keselamatan warga dan stabilitas di Papua.
“Saat ini, kedua jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman. Brigpol Muhammad Arif Maulana rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman di Riau sementara korban satunya putra asli Nabire dan akan dimakamkan disana,” tutup Kombes Yusuf. Sementara dari media sosial yang terpublish terlihat sekelompok pria yang berjumlah sekitar 8 orang nampak menenteng senjata laras panjang di lokasi.
Kelompok ini diyakini adalah Aibon Kogoya Cs. Mereka nampak menari dan berlari berkeliling sebelum akhirnya berlari meninggalkan lokasi kejadian sambil mengeluarkan suara khas. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penyerahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Merauke untuk proses selanjutnya, setelah berita acara…
Bambang Setiaji mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan PDAM untuk Kawasan Tanah Miring dan Semangga Merauke tersebut…
Aksi demo damai besar-besaran ini, lanjut Aloysius Dumatubun terkait dengan proses hukum terhadap pengurus Gapoktan…
TNI AL menggagalkan penyelundupan barang ilegal di Jayapura, Papua, pada Kamis (14/5). Persisnya di Pelabuhan…
Bentrokan antara kedua kelompok masyarakat tak terhindarkan setelah dua kelompok ini melakukan aksi saling serang…
Yudi menjelaskan, praktik ini sengaja dilakukan untuk menghindari setoran pajak ke kas negara. Dampaknya, pelaku…