Categories: BERITA UTAMA

Pemkab Jayawijaya Bakal Lakukan Pembatasan Aktivitas

RAZIA GABUNGAN: Aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP saat menggelar razia pembatasan aktivitas masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tahun 2020 lalu. Kasus Covid-19 meningkat, Pemkab Jayawijaya akan kembali terapkan pembatasan aktivitas. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA -Meningkatnya jumlah pasien Covid -19 di Kabupaten Jayawijaya membuat Pemkab Jayawijaya dalam waktu dekat ini akan merapatkan langkah yang bakal diambil selanjutnya.

Kemungkinan besar Pemkab Jayawijaya akan kembali menerapkan pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan juga pembatasan penerbangan yang masuk ke Wamena.

Bupati Jayawijaya, John Richard Banua mengakui jika pihaknya akan kembali melakukan rapat dengan Forkopimda Jayawijaya untuk menentukan langkah yang akan diambil menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang kian memprihatinkan di Jayawijaya. Sehingga kemungkinan Kabupaten Jayawijaya akan menuju ke pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan pembatasan aktivitas masuk lewat jalur darat dan Udara.

“Dengan banyaknya warga yang terpapar hingga mencapai 152 pasien dan kemungkinan masih bertambah, maka kemungkinan Jayawijaya akan kembali untuk menerapkan pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan juga setiap jalur masuk baik darat dan udara,”ungkapnya Senin (15/2).

Menurut Bupati John Banua, kemungkinan Selasa (16/2) pihaknya akan mengundang Forkopimda Jayawijaya dan kepala Dinas Kesehatan serta tim gugus percepatan penanganan Covid-19. “Untuk akses udara dan darat kemungkinan akan dilakukan pembatasan. Kemungkinan Jayawijaya akan kembali melakukan pembatasan waktu aktivitas masyarakat kembali,” ujarnya.

“Kita akan putuskan dalam rapat bersama Forkopimda dan pihak terkait. Sebab dalam memutuskan hal ini, tidak bisa diputuskan oleh pemerintah daerah sendiri dalam hal ini bupati, harus melibatkan semua. Karena masalah penanganan Covid -19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” sambungnya.

Khusus untuk jalur darat, pihaknya akan kembali lagi melakukan koordinasi dengan Pemkab Yalimo. Karena wilayah jalan darat ini merupakan wilayah mereka, sehingga diharapkan pemerintah disana bisa mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembatasan bagi warga yang melewati jalan darat.

“Kalau bandara Wamena bisa kita lakukan pengawasan. Sementara jalan darat ini agak sulit, sehingga perlu untuk kita lakukan koordinasi dengan Kabupaten Yalimo yang mempunyai wilayah tersebut,” tutupnya. (jo/nat) 

newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

11 hours ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

12 hours ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

13 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

14 hours ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

15 hours ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

22 hours ago