Categories: BERITA UTAMA

Penjambret Menggenas, Kota Jayapura Mulai Tak Aman Untuk Perempuan

Hingga Pertengahan Desember, 11 Kasus Jambret Terjadi di Heram

JAYAPURA-Kota Jayapura mulai tak aman untuk perempuan, beberapa hari terakhir, perempuan menjadi korban penjambretan di wilayah Buper, Distrik Heram. Terakhir, korbannya meninggal dunia pasca dijambret.

Data dari Kepolisian, sepanjang Desember tahun 2021. Terdapat 11 kasus penjambretan di wilayah hukum Polsek Heram yang korbannya rata-rata perempuan.

Direktur LBH Apik Jayapura Nur Aida Duwila mengatakan, perempuan bukan hanya menjadi korban kekerasan seksual, melainkan juga penindasan dalam bentuk lain seperti penjambretan.

“Sejak beberapa bulan belakangan ini, Kota Jayapura bisa dikatakan tidak aman dan nyaman untuk perempuan. Apa sebenarnya yang terjadi hingga seperti ini, perempuan selalu menjadi korban dan menjadi objek,” kata Nona kepada Cenderawasih Pos, Selasa (14/12).

Lanjut Nona, kekerasan dengan korban perempuan menandakan belum adanya kesadaran hukum dari masyarakat untuk melihat perempuan diposisi yang sama dengan laki-laki. Dengan adanya kejadian ini, Nona meminta ada peningkatan keamanan kepada masyarakat terutama perempuan.

Nona juga menegaskan, ketika korbannya adalah perempuan, masyarakat tidak boleh berstatmen “Makanya jadi perempuan jangan keluar malam”.

“Tidak boleh ada statmen makanya jadi perempuan jangan keluar malam, ini salah besar. Sebab, jambret juga terjadi di siang hari, Negara diwajibkan hadir untuk melakukan pengamanan melindungi perempuan,” tegasnya.

Menurut Nona, mulai hilangnya kesadaran hukum anak anak, terbabat habis oleh jaman. Sehingga tidak lagi berfikir bahwa mereka lahir dari seorang perempuan. Tidak ada penghargaan terhadap perempuan, sehingga perempuan kerap dianggap objek dan menjadi korban apapun.

Terkait dengan kasus penjambretan yang kerap berulang dan korbannya adalah perempuan, Nona meminta Polisi untuk meningkatkan patroli.

“Mengapa Patroli tidak seintens saat PON dan Peparnas, jika saat PON semua pasukan didatangkan hingga pasukan berani mati, mengapa selesai PON dan Peparnas seakan kita masyarakat disuruh berpikir sendiri dan menjamin keselamatan diri sendiri,” bebe

Secara terpisah, Kapolsek Heram Iptu Frangki Rumbiak mengatakan, sepanjang Desember 2021, ada 11 kasus jambret yang terjadi di wilayah hukumnya dengan korban rata-rata adalah perempuan.

Dikatakan, dalam kasus jambret, sebagian para korban tidak mau dimintai keterangan atau melapor dengan alasan takut.

“Jika terjadi jambret atau apapun, jangan takut melapor ke Polisi. Sehingga kami bisa menindak lanjuti laporan tersebut,” ucap Kapolsek kepada Cenderawasih Pos.

Terkait dengan kasus jambret yang terjadi di wilayah hukumnya, Kapolsek mengaku sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan melakukan lidik setiap harinya. Anggota juga meningkatkan patroli.

“Kelompok ini punya sindikat dan mendiami wilayah Heram, kami sedang mendalaminya. Mereka kerap manfaatkan wilayah tertentu untuk melakukan aksi kejahatan,” kata Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, 11 kasus tersebut rata-rata terjadi di wilayah Buper dengan TKP yang berbeda yakni TKP di Buper arah ke Sentani, kolam IPDN, jalan turun Bunda Maria, perumahan Pemda. Ketika ada jeda waktu yang sepi, pelaku manfaatkan itu.

“Dari 11 kasus ini, satu korbannya meninggal dunia. Selain itu, ada beberapa pelakunya sudah kami amankan,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

Semakin Susah Didapat, Jika Ada Harganya pun Relatif Mahal

Bagi masyarakat adat Sentani, ikan ini bukan sekadar sumber pangan. Gabus Sentani memiliki nilai budaya,…

4 hours ago

Lerai Perkelahian Dua Kelompok Pemuda, Seorang Warga Ditembak Gunakan Senapan Angin

Seorang warga Merauke bernama Jimmy Balagaize (33) terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan…

7 hours ago

Ada 3.617 Pengangguuran Terbuka di Merauke

Kehadiran perusahaan di bidang perkebunan di Merauke khususnya perkebunan kelapa sawit dan sekarang ini perkebunan…

8 hours ago

Kejari Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi RBLH di Hoya

Dalam keterangan yang diterima media ini, Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa berdasarkan informasi…

9 hours ago

Tim Jibom Evakuasi Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia II

Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait temuan benda yang diduga bahan peledak berbahaya. Menindaklanjuti…

10 hours ago

Jelang Tahun Ajaran Baru, Warga Serbu Dukcapil Jayawijaya

Memasuki musim penerimaan siswa baru, kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayawijaya diserbu…

11 hours ago