“Oleh karena itu mewakili pemerintah Kabupaten Puncak saya menyampaikan agar perang ini tidak boleh lanjut, tidak boleh! Karena perang ini saya dapat informasi dari pihak keamanan dan Pemkab Mimika bahwa ini masyarakat Puncak, saya malu sekali,” tegas Nenu Tabuni.
Ia mengungkapkan, setiap ada perang di Kwamki Narama sudah ada lebih dari 4 orang pemuka agama meninggal dunia. “Perang ini kita hentikan, kami semua harus dengar saya sekarang, hentikan perang ini—jangan lagi ada provokator di sini,“ tegas Nenu.
Ia juga berpesan agar semua masyarakat Kabupaten Puncak yang hidup dan mencari makan di Timika agar tidak terus menerus berbuat onar dan menghargai pemilik daerah dan Pemerintah Kabupaten Mimika serta pihak keamanan. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…