Categories: BERITA UTAMA

Kematian Guru di Yahukimo Bukti Kegagalan Pemda

Komnas HAM menyebut, Yahukimo, Nduga dan Pegunungan Bintang merupakan wilayah yang rawan terhadap pekerja kemanusiaan. Oleh sebab itu, sepanjang tidak ada jaminan dari pemerintah setempat. Sebaiknya seluruh pekerja kemanusiaam ditarik, atau mereka meninggalkan daerah rawan tersebut.

”Kami menyerukan kepada pekerja kemanusiaan, para guru dan tenaga medis untuk meningalkan daerah rawan tersebut sepanjang pemerintah daerah tidak memberikan jaminan keselamatan kepada pekerja kemanusiaan,” serunya. Menurut Frits, ancaman yang dialami para tenaga pengajar maupun tenaga kesehatan di daerah rawan di Papua menjadi tanggung jawab negara melalui pemerintah daerah.

”Kejahatan yang menyasar guru adalah bukti kegagalan pemerintah daerah dalam memberi jaminan keselamatan terhadap seluruh pekerja kemanusiaan di wilayahnya. Karena itu, atas dasar prinsip kemanusiaan. Komnas HAM akan bersurat kepada Presiden Prabowo tentang kelalaian pemerintah daerah dalam memberi perlindungan dan kepastian hukum kepada para pekerja kemanusiaan di tanah Papua,” tegasnya.

Sementara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Papua ikut angkat bicara. Kepada Cenderawasih Pos Ketua PGRI Papua Dr. Elia Waromi., M.Pd menegaskan bahwa insiden itu mencerminkan ancaman serius sektor pendidikan di Papua terutama di daerah pedalaman.

Sebagai ketua PGRI Elia tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Almarhumah yang meninggal dunia akibat serangan orang tak dikenal (OTK) saat sedang melaksanakan tugas mulia di pedalaman Papua atau daerah rawan konflik. Sebutnya, kejadian ini kembali menorehkan luka bagi dunia pendidikan di Tanah Papua. Sebagai wadah perjuangan guru, PGRI Provinsi Papua menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras atas kejadian tersebut.

“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap guru dan tenaga kependidikan di mana pun, terlebih terhadap mereka yang sedang mengabdi dengan tulus di wilayah pedalaman dan daerah rawan konflik,” ucap Elia dalam keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/10).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas DaerahJalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

2 days ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

2 days ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

2 days ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

2 days ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

2 days ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

2 days ago