Categories: BERITA UTAMA

Jangan Terpancing Kibarkan Bintang Kejora!

Dr. Yunus Wonda, SH., MH( FOTO: Gamel/Cepos)

Yunus Wonda : Rakyat Jangan Dijadikan Korban

JAYAPURA-Adanya seruan dari Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) yang dipimpin Forkorus Yaboisembut untuk mengibarkan Bintang Kejora pada 19 Oktober mendatang mendapat tanggapan tegas Wakil Ketua I DPR Papua, Dr. Yunus Wonda, SH., MH. Ia berpendapat kurang tepat jika mengajak masyarakat untuk mengibarkan bintang kejora yang kemudian nantinya akan berhadapan dengan aparat keamanan. 

 Ia  lantas meminta masyarakat tidak melakukan aktifitas tersebut karena hanya akan menimbulkan persoalan baru. Selain itu setelah pengibaran esokn ya tidak membuat Papua merdeka. “Adanya seruan untuk mengibarkan Bintang Kejora pada 19 Oktober sebagai hari lahirnya Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) saya pikir ini kurang bagus. Saya minta masyarakat tidak terpancing, tidak terhasut untuk mengibarkan tanggal 19. Sebab tak ada jaminan setelah tanggal 19 besoknya Papua akan merdeka,” ucap Yunus kepada Cenderawasih Pos di Entrop, Rabu (14/10). 

 Yang akan terjadi justru orang Papua akan menjadi korban, berbenturan dengan TNI Polri dan kembali mengucurkan darah dan air mata. Karenanya ia kembali meminta masyarakat tidak terpancing dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa. 

“Kita kibarkan hari ini  tidak membuat esoknya Papua merdeka, rakyat jangan dijadikan korban hanya karena bintang kejora. Sudah cukup akibat bendera ini banyak janda, duda dan anak yatim piatu. Kalau panitia mau lakukan ya silahkan  lakukan di tempatnya tapi jangan mengajak masyarakat karena kalau ada apa – apa masyarakat sendiri yang akan jadi korban,” imbuhnya. 

 Sebelumnya Forkorus Yaboisembut melalui Kepala Polisi NFRPB, Elias Ayakeding menyerukan untuk masyarakat di Papua mengibarkan Bintang Kejora di rumah masing – masing untuk merespon terbentuknya terbentuknya negara baru lewat Kongres  Rakyat Papua III pada 19 Oktober 2011 lalu di Lapangan Zakeus, Padang Bulan. Momentum itu dianggap sebagai moment lahirnya negara federal secara sah dan memiliki sistem serta terstruktur. Pengibaran ini dilakukan dalam bentuk ibadah sebagai  ucap syukur usia perjuangan tersebut. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Truk Bermuatan Kayu Terbalik, Satu Luka Berat Sembilan Orang Luka Ringan

Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…

57 minutes ago

Pemilik Puluhan Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai Berpeluang Diselesaikan Lewat RJ

Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke  Isa Ramadhan menyatakan,  penanganan kasus kepemilikan puluhan bungkus rokok…

2 hours ago

Empat Rumah Kontrakan di Gang Nirwana  Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui…

3 hours ago

Mendagri Kaget Ada Fasilitas Hyperbaric Chamber di RSUD Biak

Mantan Kapolri dan Kapolda Papua ini mengapresiasi kondisi dan pelayanan RSUD Biak. Ia terkesan dengan…

4 hours ago

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

5 hours ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

5 hours ago