Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Rekomendasikan Penundaan Pilkada di Papua

JAYAPURA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua meminta adanya kebijakan penundaan Pilkada di daerah zona merah Covod-19. Hal ini untuk mencegah hadirnya klaster Pilkada sebagai lokasi baru penyebaran Covid-19 di tengah masyarkat di 11 kabupaten di Provinsi Papua yang menggelar Pilkada Serentak tahun ini.

Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, pemerintah pusat harus mengambil kebijakan untuk mencegah Pilkada menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 khususnya di Papua. 

“Kami berharap Presiden Joko Widodo segera mengambil keputusan mencegah penyebaran Covid-19 dalam tahapan Pilkada terus meningkat secara signifikan. Perlu dipertimbangkan perlindungan hak masyarakat untuk mendapatkan kesehatan yang baik,” ucap Frits kepada Cenderawasih Pos, Senin (14/9).

Menurut Frits, Komnas HM RI sendiri telah menyampaikan pendapatnya kepada KPU RI dan Presiden Joko Widodo secara langsung perihal hal ini dan menjadi rujukan bagi Komnas HAM  di setiap daerah termasuk Komnas HAM RI Perwakilan Papua.

“Komnas HAM Papua sendiri sebelumnya sudah berkomunikasi dengn ketua  KPU tentang hal-hal yang sifatnya penyelenggaraan. Kita akan menjadwalkan kembali untuk berdiskusi dengan KPU. Sehingga pelaksanaan Pilkada tidak berpotensi mengakibatkan masalah HAM baru. Terkait hak atas kesehatan terganggu pada proses demokrasi Pilkada,” paparnya.

Sebagaimana lanjut Frits, dalam Pilkada ada beberapa tahapan seperti menggerakkan banyak orang, rutinitas  rapat-rapat tim sukses dan lainnya. Tim sukses  bersentuhan dengan masyarakat pada fase kampanye sehingga sangat berpotensi munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Sudah ada anggota KPU yang terpapar Covid-19 dan itu menjadi peringatan dan bukti bahwa Pilkada itu sangat rentang terjadinya klaster baru dalam Pilkada. Sehingga harus dipertimbangkan pelaksanaannya, keamanan penyelenggara tapi juga peserta dan masyarakat,” tegasnya.

Komnas HAM sendiri punya bukti sebagaimana 9 orang kandidat positif Covid-19 dan itu menjadi fakta bahwa para peserta sendiri bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19. Sehingga harus diperhitungkan secara matang.“Opsi terbaik adalah penundaan Pilkada,” tegasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

59 minutes ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

2 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

4 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

5 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

6 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

8 hours ago