Fakhiri juga meminta seluruh mata rantai pelaksanaan program MBG dilakukan dengan benar. Mulai dari pengadaan bahan makanan, proses memasak hingga makanan diterima oleh penerima manfaat harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya keracunan.
“Mata rantainya juga harus dilakukan dengan benar, supaya jangan sampai berulang kali hal-hal kejadian serupa yaitu keracunan makanan,” tegasnya.
Ia mencontohkan, waktu pengolahan makanan juga perlu menjadi perhatian. Jika makanan akan dimasak pada waktu subuh, maka proses memasaknya harus dilakukan pada waktu tersebut agar kualitas makanan tetap terjaga.
Selain itu, Fakhiri mendorong bahan makanan yang tersedia di daerah dapat dibeli dari masyarakat setempat. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tujuan program pemerintah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kalau masaknya subuh maka makanan tersebut harus dimasak subuh, kemudian ada hal penting, jika bahannya bisa diambil dari masyarakat setempat maka tolong dibeli dari masyarakat setempat,” katanya.
Menurut Fakhiri, keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan menjadi bagian penting dari mata rantai program MBG, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat membantu perekonomian keluarga.
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat…
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Jacleana Joku berharap pengusaha di Papua memanfaatkan peluang…
-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…
Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Dian Novita, mengatakan ketentuan…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Rabu, mengatakan Kartu KASIH disiapkan untuk memastikan…
Pertama, masalah penerangan atau lampu di dalam los-los pasar yang mati. Kedua, yang paling…