Fakhiri juga meminta seluruh mata rantai pelaksanaan program MBG dilakukan dengan benar. Mulai dari pengadaan bahan makanan, proses memasak hingga makanan diterima oleh penerima manfaat harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya keracunan.
“Mata rantainya juga harus dilakukan dengan benar, supaya jangan sampai berulang kali hal-hal kejadian serupa yaitu keracunan makanan,” tegasnya.
Ia mencontohkan, waktu pengolahan makanan juga perlu menjadi perhatian. Jika makanan akan dimasak pada waktu subuh, maka proses memasaknya harus dilakukan pada waktu tersebut agar kualitas makanan tetap terjaga.
Selain itu, Fakhiri mendorong bahan makanan yang tersedia di daerah dapat dibeli dari masyarakat setempat. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tujuan program pemerintah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kalau masaknya subuh maka makanan tersebut harus dimasak subuh, kemudian ada hal penting, jika bahannya bisa diambil dari masyarakat setempat maka tolong dibeli dari masyarakat setempat,” katanya.
Menurut Fakhiri, keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan menjadi bagian penting dari mata rantai program MBG, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat membantu perekonomian keluarga.
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…