

Tumpukan sampah yang berada di pinggiran jalur protokol Sentani nampak tidak sedang dipandang saat difoto, Senin (23/12). Kondisi ini diperparah pasca jalan menuju TPA dipalang warga. (Istimewa)
SENTANI – Kota Sentani yang menjadi pusat Kabupaten Jayapura terancam dikepung sampah dan dipastikan menimbulkan bau tak sedap. Ini setelah pemilik ulayat Tempat Pembuangan Akhir di Waibron Distrik Sentani Barat kembali dipalang.
Pemilik lokasi meminta pemerintah segera membayar agar bisa dibuka. Jika ini berlanjut maka bisa dipastikan Kota Sentani akan kembali dipenuhi sampah seperti beberapa waktu lalu. Belum lagi produksi sampah di Sentani dan sekitarnya mencapai angka 92 hingga 100 ton/hari sehingga bisa dibayangkan jika tak ada pembuangan representatif yang disiapkan.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, turut menyoroti aksi pemalangan di kawasan pertigaan TPA Waibron. Ia mengimbau pemilik hak ulayat mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan. “Ada masalah silakan datang dan dibicarakan, jangan langsung melakukan pemalangan,” tegasnya.
Menurut Bupati, aksi palang-memalang dapat merugikan masyarakat karena berpotensi menghambat pembangunan di Kabupaten Jayapura. Pemerintah berharap dilakukan penyelesaian masalah secara bijak.
Page: 1 2
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…