

Kasatgas ODC, Brigjend Faisal Ramdhani saat menggelar jumpa pers pengungkapan kasus penyelundupaan senjata di Mapolda Papua, Selasa (11/3). (Foto: Istimewa)
Sumber Senjata KKB Dari PNG, Filipina dan Rampasan
JAYAPURA-Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramdhani, menyampaikan bahwa sejak tahun 2020 hingga 2025, pihaknya telah berhasil mengamankan 79 senjata api organik, 5 senjata api rakitan, dan 6.838 amunisi.
Barang-barang tersebut merupakan hasil sitaan selama operasi di wilayah rawan, serta bukti yang disita dari tersangka kasus penyelundupan senjata ke Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB).
Faizal menjelaskan, pada tahun 2020, sebanyak 16 senjata api dan 198 butir amunisi berhasil diamankan. Kemudian, pada tahun 2021, pihaknya mengamankan 22 butir amunisi. Selanjutnya, pada tahun 2022, dua pucuk senjata api dan 803 amunisi berhasil disita.
Pada tahun 2024, sebanyak 12 pucuk senjata api dan 788 amunisi berhasil diamankan. Sementara itu, hingga tahun 2025, pihaknya telah mengamankan 17 senjata api organik, lima pucuk senjata api rakitan, dan 3.745 butir amunisi berbagai kaliber. “Ini kita amankan dari tujuh orang tersangka yang mencoba menyelundupkan senjata ke KKB,” jelasnya.
Faizal menambahkan, peredaran senjata tersebut umumnya berasal dari tiga sumber, yaitu Filipina Selatan, Papua Nugini, dan senjata yang dibeli atau direbut dari TNI/Polri yang bertugas di daerah konflik.
Page: 1 2
Sebanyak kurang lebih 1.050 kendaraan bermotor terparkir rapi, menunggu dijemput pemiliknya. Persyaratan pengambilan kendaraan cukup…
Masalah muncul ketika gas tersebut dialihfungsikan untuk konsumsi rekreasional. Gas N₂O dihirup melalui balon dan…
PIC Honda DBL Papua, Dedy Marfianto dalam technical meeting (TM) menyampaikan beberapa regulasi mulai dari…
Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran…
Berdasarkan informasi, aktivitas kembali normal di RSJ tersebut setelah pihak rumah sakit, mulai dari suster…
Menurut Tan, salah satu faktor utama yang terus dipersoalkan adalah pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)…