Simon menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, aktivitas tambang tradisional yang cukup menonjol ditemukan di beberapa wilayah, antara lain kawasan Paldam di Distrik Jayapura Utara, kawasan Buper Waena, serta wilayah Polimak dan sekitarnya di Distrik Jayapura Selatan.
DLHK Kota Jayapura berharap melalui pendataan ini pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang tepat guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang.
Hanya saja meski sudah diperingatkan untuk menghentikan aktifitas serta menutup lokasi tambang, ternyata aktifitas pendulangan masih tetap dilakukan hingga kini. (kim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan,melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan korban…
Lagi-lagi Kantor Distrik Sentani di palang oleh pemilik hak ulayat,mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura harus…
Perkara yang menyeret mantan Bendahara SMA Negeri 4 Jayapura Parmi Milka Mugiutomo, sebagai terdakwa utama…
Pemerintah Kota Jayapura memastikan proses penertiban di Pasar Entrop yang dipimpin langsung Wali Kota Jayapura…
Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Wilayah XVI Yahukimo mengklaim telah…