Simon menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, aktivitas tambang tradisional yang cukup menonjol ditemukan di beberapa wilayah, antara lain kawasan Paldam di Distrik Jayapura Utara, kawasan Buper Waena, serta wilayah Polimak dan sekitarnya di Distrik Jayapura Selatan.
DLHK Kota Jayapura berharap melalui pendataan ini pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang tepat guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang.
Hanya saja meski sudah diperingatkan untuk menghentikan aktifitas serta menutup lokasi tambang, ternyata aktifitas pendulangan masih tetap dilakukan hingga kini. (kim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…