

Petugas BMKG Wilayah V Jayapura saat memantau pergerakan awan dan prediksi cuaca di Jayapura dan sekitarnya, . (Foto/Jimi Karlodi/Cepos)
JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Papua untuk sepekan kedepannya. Hujan lebat berpotensi terjadi disejumlah wilayah di Papua.
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring dinamika atmosfer terkini, terpantau tidak ada gangguan pola regional yang cukup signifikan hanya saja suhu muka laut Utara Papua cukup hangat sehingga berkontribusi suplai uap air membentuk awan hujan.
“Kita juga memasuki angin monsun asia atau angin monsun baratan yang akan menyebabkan peningkatan curah hujan di papua secara umum dan jayapura secara khusus,” jelas Ezri kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/11).
Ezri menambah puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025. Menuju ke sana kata dia, akan terjadi eskalasi hingga mencapai puncak musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggi.
Dijelaskannya untuk prospek cuaca sepekan mulai, 11-13 November 2024, dibeberapa wilayah berikut ini, umumnya akan berawan hingga hujan ringan dan sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi dan Keerom.
Kemudian untuk prospek cuaca pada, 14-17 November 2024, Umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Potensi hujan ringan hingga sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Waropen, Sarmi dan Keerom.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…