Categories: BERITA UTAMA

Memaksakan Siswa Naik Kelas Bisa Jadi Bumerang Dikemudian Hari

​PGRI Papua merasa perlu meluruskan anggapan keliru yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa dalam kerangka kurikulum saat ini tidak ada lagi siswa yang bisa ditahan kelasnya. Meskipun kata ketua PGRI Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan fleksibilitas capaian pembelajaran, hal tersebut tidak berarti menghapuskan kriteria ketuntasan dan kriteria kenaikan kelas.

Namun setiap kelompok satuan pendidikan tetap memiliki kewenangan untuk menetapkan kriteria kenaikan kelas yang terukur berdasarkan standar nasional, karakteristik peserta didik, serta kondisi riil sekolah masing-masing. ​”Anggapan bahwa tidak ada lagi siswa yang dapat dinyatakan tidak naik kelas perlu diluruskan. Keputusan kenaikan kelas harus mengikuti ketentuan yang berlaku, hasil asesmen, dan evaluasi yang menyeluruh. Ketuntasan belajar tidak hanya diukur melalui angka, tetapi juga melalui perkembangan kemampuan siswa,” tegas Elia.

​Namun demikian, Elia mengingatkan agar rasa malas atau rendahnya motivasi belajar siswa tidak serta-merta dijadikan satu-satunya alasan tunggal untuk langsung menahan kenaikan kelas siswa. Sebelum keputusan berat tersebut diambil, pihak sekolah wajib memastikan bahwa siswa yang bersangkutan telah memperoleh haknya secara adil.

Penanganan terhadap siswa yang sering absen juga harus ditelusuri secara mendalam untuk mengetahui akar penyebab utamanya, apakah karena faktor kendala ekonomi keluarga, masalah kesehatan, lingkungan sosial, atau kesulitan belajar tertentu. ​

“Rendahnya motivasi belajar tidak boleh menjadi satu-satunya alasan untuk menahan kenaikan kelas. Sekolah perlu memastikan siswa telah memperoleh pendampingan, pembinaan, dan kesempatan memperbaiki hasil belajar sesuai kebutuhan. Sekolah juga perlu menelusuri penyebab siswa kurang berupaya belajar atau sering absen, termasuk persoalan keluarga, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan kesulitan belajar,” jelasnya menerangkan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat

​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat

  Menurutnya, BOSDA merupakan bantuan khusus kepada sekolah daerah yang pendanaannya bersumber langsung dari Dana…

7 hours ago

Bawa Bibit Ganja, Seorang Pemuda Dibekuk 

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen,, melalui Kasat Narkoba AKP Febry…

8 hours ago

Sampah Menumpuk, Komunitas Bukit Khambu Desak Pemkot Bertindak

  Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, John G. Ohee, melalui pemberitahuan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota…

9 hours ago

Hanya Berharap Hujan Turun dan Kabut Asap Menghilang

Matahari musnah dibungkus kabut asap, sementara perut bumi enggan memuntahkan air jernih. Fenomena iklim El…

10 hours ago

FMPPKMT Desak Polda Papua Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana BTT Rp12 Miliar

Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dasar hukum penggunaan anggaran, mekanisme pencairan, pelaksanaan…

11 hours ago

Pemkot ​Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM Lintas Daerah

   Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…

12 hours ago