Categories: BERITA UTAMA

Rumah Sakit Pastikan Cacar Air Bukan Mpox

Kemudian suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, tanda tanda meruam pada kulit, akan muncul secara bertahap yang biasanya akan muncul setiap satu atau dua hari sekali. Sementara cacar air biasa, memang muncul ruam ruam pada kulit akan tetapi muncul secara bersamaan namun hanya kecil kemudian suhu tubuh akan terjadi demam di bawah 38 derajat celcius, dan tidak terjadi pembesaran kelenjar getah bening.

“Pada intinya perbedaan antara cacar air biasa dengan Mpox ini,  pembesaran kelenjar getah bening, kalau terjadi pembesaran kelenjar getah bening maka itu Mpox, sementara pasien kemarin hanya bintik bintik biasa,” jelasnya.

Cacar biasa dan Mpox sama sama disebabkan karena virus keduanya sama sama berkembang melalui hewan, baik itu monyet maupun hewan lainnya seperti tikus. Yang tidak kalah penting penyebaran virus cacar air dan Mpox disebabkan karena kontak seksual utamanya kontak seksual sesama jenis.

Tidak menutup kemungkinan juga bisa disebabkan karena kontak seksual terhadap lawan jenis yang bukan pasangan.

“Sehingga diharapkan tidak berhubungan seksual diluar pasangan,” imbuhnya.

Awal mula munculnya virus Mpox dijabarkan dimulai dari  demam dengan suhu 38 derajat celcius, terjadi nyeri otot maupun persendian, kemudian pembesaran kelenjar getah bening dan muncul ruam ruam pada kulit yang muncul secara bertahap.

“Artinya kalau cacar air, ruam ruamnya hampir menyeluruh bagian kulit, tapi kalau Mpox seperti bisul, tapi munculnya satu satu, setelah satu hari baru muncul lagi yang lain,” jelas dr Mona. Penyebaran baik cacar air maupun Mpox sangat cepat, bisa melalui getah, tapi juga karena faktor kontak fisik maupun penyebaran lewat hewan.

“Misalnya teman kita kena cacar air lalu dia garuk garuk, cipratannya itu kena ke kita besar kemungkinan kita juga akan kena, tapi juga terjadi saat kontak seksjal secara fisik dan melalui hewan,” ujarnya.

Khusus cacar air, sejauh ini masih bisa ditangani medis dengan suntikan antivirus, sementara Mpox belum memiliki obat antivirus. Namun terlepas dari pada itu cara penanganan dari kedua kasus tersebut hampir sama salah satunya dengan cara diisolasi baik mandiri di rumah maupun di rumah sakit.

“Penanganan Mpox juga bisa dilakukan antivirus, karena obat khusus untuk Mpox belum ada,” bebernya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak OptimalBuruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

1 day ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

1 day ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

1 day ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

2 days ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

2 days ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

2 days ago