

Parade para Bintara Polri Gelombang l (satu) tahun anggaran 2024 yang telah menyelesaikan pendidikan dan dilantik menjadi anggota Polri di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Kamis (11/7). (foto:Jimi/Cepos)
489 Siswa Dinyatakan Lulus Pendidikan Bintara Polri
JAYAPURA_Sebanyak 489 Bintara Polri gelombang l (satu) tahun anggaran 2024 telah menyelesaikan pendidikan dan dilantik menjadi anggota Polri di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Kamis (11/7).
Kapolda Papua, Irjen.Pol. Matheus D Fakhri, S.I.K, M,H, membuka upacara penutupan Pendidikan pembentukan Bintara Polri gelombang l (satu) tahun anggaran 2024 di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua.
Mereka yang telah di nyatakan lulus ini, siap mengabdi untuk Negara. Jumlah tersebut berasal dari Polda Papua sebanyak 294 orang dan Polda Papua Barat sebanyak 195 orang.
Setelah menempuh pendidikan selama lima bulan, 489 Bintara Polri yang terdaftar dalam Sekolah Polisi Negara Polda Papua, Jayapura dinyatakan lulus. Upacara penutupan pendidikan digelar di Lapangan SPN Papua, Kota Jayapura, Upacara dihadiri sejumlah petinggi Polda Papua beserta keluarga siswa.
Dari jumlah tersebut terdapat tiga Bintara yang berprestasi dan memperoleh nilai tertinggi. Ketiganya antara lain: Pertama, M. Ariel Junian Aziz (19) mendapatkan predikat Cendekia, dengan perolehan Nilai 78,92, asal kiriman Polres Boven Digoel. Kedua, Waynen B Kyeu Kyeu (21), mendapatkan predikat tertambah, kiriman dari Polres Jayapura. Ketiga, Sandy Putra Makmur (21), mendapatkan predikat Trengginas, kiriman dari Polres Jayapura kota.
“Program pendidikan ini tentunya menjadi aspek penting untuk menunjang pelaksanaan tugas Polri agar lebih optimal. Melalui penambahan jumlah personel, diharapkan penyebaran pelayanan Publik semakin meningkat dan kehadiran polisi di tengah lingkungan sosial akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” ujar Irjen Fakhri dalam sambutannya.
Ia menyebut Polri berkomitmen untuk selalu mengedepankan rekrutmen dengan prinsip BETAH yaitu bersih, transparan, akutabel, dan humanis, Jadi dengan prinsip tersebut, kata Irjen Fakhri, Kepolisian Republik Indonesia berkomitmen untuk siapapun sesuai dengan persyaratan yang dipenuhi, dapat mengikuti seleksi.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…