Categories: BERITA UTAMA

Demokrat Optimis Terjadi Perubahan Peta Politik

DIDOAKAN: Waket DPD Partai Demokrat Provinsi Papua,  Dr. Yunus Wonda saat didoakan seorang warga saat berkunjung ke Kabupaten Puncak Jaya beberapa waktu yang lalu.( FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Meski KPU Provinsi Papua telah melakukan pleno perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Partai Demokrat optimis bila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau penghitungan suara ulang di sejumlah kabupaten seperti yang direkomendasikan oleh Bawaslu Papua maka peta politik diyakini akan berubah.

 Peta politik maksudnya adalah perolehan suara mengingat sebagian besar daerah yang berpeluang dilakukan PSU adalah basis partai berlambang mercy ini. Informasi yang diperoleh beberapa kabupaten yang berpeluang dilakukan PSU atau penghitungan suara ulang adalah Puncak Papua (PSU), Puncak Jaya (Penghitungan Ulang), Intan Jaya (PSU), Paniai (PSU), Kabupaten Jayapura, Mamberamo Raya  dan  tiga distrik di Kota Jayapura (PSU) termasuk Jayawijaya. 

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua,  Dr. Yunus Wonda menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil putusan sengketa di MK. 

Bila MK memutuskan untuk PSU atau penghitungan suara ulang diyakini menjadi keuntungan bagi Partai Demokrat. “Peluang masih ada. Sebab kalau sesuai dengan apa yang direkomendasi Bawaslu maka PSU di lokasi yang disebutkan adalah basis suara kami. Ada banyak suara kami juga hilang sehingga bila dilakukan pemungutan atau penghitungan ulang, kami cukup yakin akan merubah peta kekuatan,” jelas Yunus Wonda dalam wawancara di Sentani pekan kemarin. 

Apalagi menurut Yunus bila Puncak Jaya kembali dilakukan penghitungan suara ulang maka besar kemungkinan suaranya disana akan berubah.  “Itu jika mengikuti jumlah suara terakhir, cuma kami kan tak harus ribut di daerah, kasihan masyarakat,” bebernya. 

Namun secara politis pihaknya tak akan memaksakan untuk ngotot demi sebuah kemenangan. Bila akhirnya Demokrat dinyatakan kalah dan menempati posisi seperti yang diumumkan KPU, kata Yunus pihaknya siap. “Bagi kami seperti itu, apakah mau PSU atau tidak juga tak jadi masalah.  Artinya bila betul NasDem yang memimpin ya tidak apa-apa. Kami dalam posisi menerima apapun hasilnya,” imbuhnya. 

 Yunus mengaku sikap ini ia banyak belajar dari sosok Jhon Ibo dimana Jhon Ibo selalu siap menerima apapun hasil politik. “Saya  ingat ketika memimpin sidang menggantikan beliau. Ia turun menjadi anggota biasa namun berjiwa besar, menerima dan tetap aktif sebagai anggota. Beliau banyak memberi contoh jadi kalau akhirnya tak ada PSU dan kami kalah ya itu kenyataan, toh tak ada jabatan yang abadi,” pungkas Yunus Wonda. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Propam Polres Jayawijaya Laksanalan Gaktiplin Usai Apel Pagi

Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…

10 minutes ago

Pelaku Penembakan Rafles Residence Mimika Ditetapkan Tersangka

Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…

1 hour ago

ASN Yalimo Diminta Kembali ke Daerah Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…

2 hours ago

Gaji P3K Daerah Akan Dibayarkan Pemerintah Pusat

- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…

3 hours ago

Banyak yang Terkesima Lihat Sepeda Tua, Ada yang Harganya Mencapai Rp250 Juta

Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah.  Di setang sepeda, bendera Merah…

4 hours ago

​Selama PKKMB, Uncen Pastikan Tidak Ada Ideologi Lain

  Manajemen kampus menjamin tidak ada toleransi bagi penyusupan paham maupun ideologi yang bertentangan dengan…

5 hours ago