Categories: BERITA UTAMA

Temukan Banyak Indikasi Penyalahgunaan Dana Desa

JAYAPURA – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua menyebut hingga kini, pihaknya belum menerima laporan resmi tentang penyalahgunaan Dana Desa untuk membeli senjata api dan amunisi.

Koordinator Pengawasan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) Bidang Investigasi perwakilan BPKP Provinsi Papua, Mujianto mengaku, BPKP menemukan banyak indikasi penyalahgunaan Dana Desa di Papua.

“Terkait dana desa dipakai untuk membeli senjata api dan amunisi, belum ada laporan ke kami.  Sebab, penyidik lebih melihat kepada aspek kriminal umum. Tapi kasus lainnya sudah kami tangani, rata-rata penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukan, seperti pemotongan Dana Kampung oleh aparat pemerintah daerah maupun pendamping desa,” terang Mujianto kepada wartawan.

Ditegaskan Mujianto, bahwa dana desa tidak boleh disalahgunakan untuk membeli senjata api atau pun amunisi. Musabab, itu adalah hal yang salah. “Itu sebuah kesalahan, sama sekali tidak boleh dana desa digunakan untuk membeli senjata dan amunisi,” tegasnya.

Lanjutnya, BPKP sendiri sifatnya menunggu permintaan audit dari penyidik Polri dan Kejaksaan. Jika diperlukan, BPKP Papua dapat melakukan audit dugaan penyalahgunaan dana desa untuk membeli senjata api dan amunisi.

Kata Mujianto, sejak dana desa digulirkan pada tahun 2014. Terdapat berbagai macam variasi penyalagunaannya.  Sehingga itu, pihaknya mengimbau setiap aparat kampung di Papua menjadikan program dana desa sebagai pemicu kegiatan membangun dan menyejahterakan warga.

“Setiap aparat kampung di Papua menjadikan program dana desa sebagai pemicu kegiatan membangun dan menyejahterakan warga. Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi yang ada,” ucapnya.

Dikatakan Mujianto, setiap kampung di Papua menerima dana desa rata-rata senilai Rp 700 juta hingga Rp 1 M per tahun.

“Dana Desa merupakan uang negara yang berasal dari niat baik pemerintah untuk menyejahterahkan rakyatnya. Sehingga itu, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pembangunan di kampung kampung,” ucapnya.

Selain itu, Mujiyanto juga mengatakan, pihaknya memiliki tiga strategi untuk meningkatkan upaya pencegahan korupsi di Papua. Ketiga upaya ini meliputi upaya edukatif, preventif, hingga represif.

”Strategi edukatif yakni memberikan pemahaman tentang tindak pidana korupsi. Sementara upaya preventif melalui penyediaan sistem produk BPKP, antara lain sistem pengaduan di pemda, sistem keuangan desa, dan sistem pengawasan keuangan desa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri membeberkan suplai dana bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk membeli senjata api berasal dari dari dua sumber. Menurut Kapolda, dua sumbernya tersebut yakin berasal dari dana desa dan hasil tambang. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

48 minutes ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

2 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

3 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

4 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

5 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

6 hours ago