

Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey
Sikapi Dua Kasus Penembakan yang Libatkan TNI
JAYAPURA – Dua insiden penembakan dengan dua pelakunya anggota TNI menjadi perhatian Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka menurunkan tim menyikapi kasus penembakan dalam sepekan.
Kasus penembakan pertama, oknum anggota TNI AD berpangkat Pratu berinisial TB menembak seorang warga yang diketahui bernama Lambert, di Lorong Sagita Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (4/9) sekira pukul 00.45 WIT.
Lalu penembakan kedua, seorang anggota TNI, Praka Petrus Muenda, tewas setelah ditembak Komandan Tim Satgas Ketapang Swasembada BAIS berinisial J, yang berpangkat Kapten Inf, di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Minggu (7/9).
”Untuk kedua kasus penembakan ini, Komnas HAM Papua sudah menurunkan tim ke lapangan,” kata Kepala Sekretariat Komnas HAM RI di Papua, Frits Ramandey, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (10/9).
Untuk kejadian di Entrop, Frits mengaku jika tim kesulitan menemukan saksi. Sebab, saat kejadian. Tak ada saksi yang melihat secara langsung. Namun, Komnas HAM sudah mendapat aduan dari keluarga korban tentang peristiwa penembakan tersebut.
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…