Categories: BERITA UTAMA

Hentikan Kekerasan Menggunakan Senjata Api di Tanah Papua!

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyerahkan cenderamata kepada Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto di Timika, Jumat (11/6). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA – Berkunjung di Papua, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar pimpin monitoring dialog nasional untuk kesejahteraan Papua di Kabupaten Mimika, Jumat (11/6).

Mantan Kapolda Papua, Boy Rafli Amar menyampaikan, misi dan tugas BNPT mewujudkan Indonesia terbebas dari pontensi dan ancaman terorisme. Sehingga itu, kehadiran BNPT bukan konteks menangkap teroris tetapi meniadakan teroris di Papua.

“Kami BNPT misinya sabagai penanggulangan bukan penyidikan dan penangkapan. Saling menyakiti adalah bukan yang diajarkan kepada  masing-masing agama.  KKB adalah kelompok teroris yang disampaikan oleh Menkopulhukam,” ucapnya.

Boy Rafli mengharapkan semua pihak untuk memberhentikan kekerasan mengunakan senjata api di tanah Papua. Dirinya mengajak untuk mencari solusi, agar tidak perlu ada petugas keamanan yang didatangkan dari luar Papua.

“Mari kita bertekad untuk memberhentikan kekerasan persenjatan. BNPT mendapatkan desakan-desakan  agar kekerasan bersenjata di tanah Papua cepat selesai, teroris melakukan kegiatan politik dan merubah ideologi,” kata Boy.

Lanjutnya, korban kekarasan bersenjata selama tiga tahun terakhir total 110 orang. Dengan rincian 15 orang luka-luka dan 95 orang meningal dunia. Kerugian materil berupa pembakaran gedung sekolah, pembakaran rumah kepala suku dan pembakaran pesawat serta penembakan pesawat.

“Mari kita hantarkan Papua menjadi wilayah yang aman dan damai untuk lahirnya kesejahteraan dan kebahagian di tanah Papua. BNPT memberikan konsep kesehjateraan yaitu mendirikan yayasan berjumlah 23 di Indonesia yang tersebar dan pimpinanya eks terorisme. Kita tidak ingin mereka keluar dari Nusakambangan bergabung kembali ke kolompok terorisme. Eks teroris keluar dari Lapas yang berkarja di yayasan AI sekira 1.500 orang,” jelasnya.

Dijelaskan, TNI-Polri yang ditugaskan ke Papua dalam rangka melaksanakan tugas Negara, menjaga kedualatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga masyarakat Papua. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, Pangkogab Wilhan III Letjen TNI Agus Rohman, Kapok Sahli Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Heru Setyo, Asisten Ops Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Brigjen TNI Mahury, Kaops Nemangkawi TNI Brigjen TNI Tri Budi Utomo, Kaops Nemangkawi Polri Brigjen Pol Roycke Harry Langie, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adinata dan Komandan Yon B Brimob Mimika Kompol Ramadhona. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

6 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

7 hours ago

Fenomena Blue Moon, Warga Pesisir Waspadai Pasang Air Laut

Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…

8 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

9 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

10 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

11 hours ago