Categories: BERITA UTAMA

Pdt. Albert Yoku:Orang Tabi itu, Duduk di Para-para Adat, Bukan di Jalan-jalan!

SENTANI-Ketua Forum Masyarakat Adat Tabi, Pdt. Albert Yoku, S.Th., menegaskan bahwa selabaran elektronik yang didalamnya terdapat beberapa foto atau gambar tokoh masyarakat Tabi termasuk Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan juga anggota MRP, Dorlince Mehue, untuk mengadakan aksi long march mendukung pembentukan DOB dan pelaksanaan Otsus Papua, adalah hoaks.

“Foto dalam selebaran itu adalah hoaks. Kami tidak mengajak orang untuk melakukan long march. Itu foto sudah lama dan yang kami diskusikan sebelum difoto pada bulan April itu lain,” ungkap Pdt. Albert Yoku kepada Cenderawasih Pos, Rabu (11/5).

Namun apabila ada kelompok yang mengatasnamakan Forum Pemuda Tabi untuk  menggelar aksi tersebut, menurutnya hal itu di luar sepengetahuan mereka.

“Kalau mereka (Forum Pemuda) yang menggelar aksi itu, mungkin karena anak muda ini sedikit emosi. Karena ada kelompok lain yang menolak, seolah mewakili rakyat Papua, sehingga kemudian mereka menginisiasi untuk menggelar long march itu,” tuturnya.

Namun demikian dia berharap agar cara penyampaian aspirasi yang akan dilakukan semestinya tidak boleh dilakukan di jalan-jalan.  Karena hal  seperti itu sebenarnya tidak mencerminkan budaya dan adat istiadat orang Tabi.
“Orang Tabi itu duduk di para-para adat dan bicarakan di situ apa yang menjadi persoalan,  bukan dijalan jalan. Itu bukan budaya kita,” tegasnya.

Karena itu selaku orang tua dan juga tokoh yang turut memperjuangkan terwujudnya daerah otonom baru Papua ini, Pdt. Albert Yoku berharap agar orang muda di wilayah Tabi tidak boleh mengikuti jejak orang lain yang melakukan aksi-aksi di jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Mari kita diskusikan dengan baik, setelah itu baru kita salurkan aspirasi kita tanpa harus menganggu orang lain,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen juga berharap, aksi long march itu sebaiknya tidak dilakukan karena sangat berpotensi terganggunya aktivitas masyarakat. Dia juga meminta agar kegiatan itu cukup  dilakukan di wilayah masing-masing.
“Kami belum menerima izin secara resmi tetapi sebaiknya aksi long march itu tidak bisa dilakukan di jalan-jalan tetapi cukup dilakukan di wilayah masing-masing,” ujar Kapolres Fredrickus. (roy/nat)

newsportal

Recent Posts

Dua Anggota Polres Diperiksa Terkait Penembakan Warga

Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari proses mediasi antara korban pencurian dan terduga pelaku kasus…

2 hours ago

Kritik Latihan Fisik Ala Militer, Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!

Menurut Pigai, substansi utama dari pembentukan aparatur atau pengurus koperasi bukanlah ketahanan fisik layaknya prajurit…

3 hours ago

Tak Bisa Dibaca oleh AI, Pernah Dimintai Pendapat Oleh HRD

Di lantai satu, meja-meja kayu tertata rapi. Di dinding-dinding ruangan terpampang tulisan penuh falsafah Jawa.…

4 hours ago

Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara dan Bayar Uang pengganti Rp 809 Miliar

Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan, Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana…

10 hours ago

Krisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD Mandiri

​Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…

15 hours ago

Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ringkus Pelaku Penggelapan Uang di Morowali

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…

16 hours ago