Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun menurutnya, rumah nomor 4 yang diduga menjadi titik awal kebakaran sedang dalam keadaan kosong karena penghuninya pergi keluar sejak pagi.
“Saya tidak tahu apakah karena ledakan gas atau apa. Tapi yang tinggal di rumah nomor 4 itu . Saat kejadian mereka tidak ada di rumah,” bebernya.
Aldy juga menjelaskan bahwa kondisi bangunan rumah di lokasi tersebut sebagian besar merupakan bangunan lama dengan atap yang saling menyambung, sehingga api dengan cepat merambat ke rumah lainnya.
“Rumah di sini berdempetan dan atapnya menyambung, jadi api cepat sekali menyebar. Waktu saya mau masuk lagi ke rumah untuk ambil barang, api sudah besar di bagian belakang,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT/RW 01/05 Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Utara, Marku, menjelaskan bahwa rumah yang terbakar merupakan barak lama milik Kodam yang selama ini dihuni oleh berbagai kalangan, baik anggota militer, pegawai negeri sipil maupun warga yang sudah pensiun.
Menurutnya, terdapat dua barak utama di lokasi tersebut yang ikut terbakar. “Yang terbakar ini mes Kodam lama. Ada dua barak atau atap. Barak bawah ada 16 mes yang terbakar, sementara di barak atas ada 4 mes yang terbakar. Dengan demikian total rumah yang terbakar mencapai 20 unit,” jelasnya
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…