Categories: BERITA UTAMA

Terjadi Insiden Hambur Uang Mainan di Hadapan Aparat

Mereka datang karena menduga  telah terjadi penggelembungan suara yang dilakukan PPD untuk Paslon nomor urut 02 Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (MARI-YO). Aksi ini diwarnai pembentangan spanduk maupun poster sebagai bentuk kritik atas ketidak profesionalan PPD Japsel dalam mempleno rekapitulasi surat suara di wilayah tersebut.

Spanduk ataupun poster tersebut  bertulis “Penyelenggara busuk (PPD & KPU) normalkan suara rakyat di Japsel”. Ada juga yang bertuliskan “Stop rampok kemenangan rakyat bersama BTM-YB” Selain itu, ada juga “Peringatan darurat bukti bobroknya sistem demokrasi komisi pemilihan umum Kota Jayapura” termasuk terkait Partai Coklat.

“Kami minta suara kami di Distrik Japsel dikembalikan,” ucap koordinator Aksi, Martha Haay tadi malam. Yang diinginkan adalah hak politik yang disalurkan sangat disalahgunakan.

“Kami memilih BTM-YB karena suara hati kami sebagai ibu-ibu, kami datang dengan damai dan kami sudah menyampaikan apa yang menjadi keresahan kami,” tutupnya.

Sementara terkait masalah rekapitulasi Distrik Jayapura selatan yang tak kunjung diumumkan akhirnya mendapat respon dari Ketua KPU Papua Steve Dumbon. Ia menilai hasil rekapitulasi PPD Japsel pleno cacat.

Pasalnya data antara gubernur dan walikota tidak sinkron.

  “Masak ada sekitar 10 ribu orang yang hanya memilih gubernur, kemudian dia tidak memilih walikota.

Kami anggap hasil ini cacat,” tegas Steve Dumbon saat mengecek perkembangan pleno KPU Kota Jayapura tadi malam.  Steve meminta PPD Japsel segera meninjau kembali hasil suara gubernur sebab ada masalah non teknis terkait pergerakan angka pada hasil rekapitulasi di tingkat PPD.

“KPU Kota tidak bisa mengambil langkah ini karena hasil pleno PPD Japsel ini kami anggap cacat,” tandasnya.  Ia pun menegaskan kehadiran mereka di sekretariat KPU Kota Jayapura bukan untuk mengintervensi kerja PPD maupun KPU Kota. Namun mereka hanya ingin memberi penjelasan terkait benang kusut atas masalah penggelembungan suara di Distrik Japsel.

Kami hanya datang memberi penjelasan agar wawasan mereka terbuka, karena KPU Kota maupun kami di Provinsi tidak bisa melakukan pleno kalau pleno tingkat Distrik masih cacat,” tuturnya. 

Steve menjelaskan untuk waktu pleno tingkat kota, akan menyesuaikan dengan hasil pleno PPD Japsel yang tentunya masalah yang terjadi harus diselesaikan sehingga tingkat Kota tidak lagi membahas masalah yang sama.

“Pleno PPD ini juga kami lihat berita acaranya hanya satu komisioner yang tanda tangan sedangkan 4 lainnya tidak mau tanda tangan. Ini menunjukan pleno PPD Japsel bermasalah,” tegasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Ratusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan TewasRatusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan Tewas

Ratusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan Tewas

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…

2 days ago

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

2 days ago

Stunting di Merauke Capai 17,4 Persen

Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…

2 days ago

Pemkab Jayawijaya-PLN UP3 Wamena Launching Program Jayawijaya Terang di Distrik Tailarek

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…

2 days ago

Camporee Pathfinder Arafura International Bentuk Karakter Generasi Muda

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…

2 days ago

Dua Unit Ruko dan Satu Garasi Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…

2 days ago