Categories: BERITA UTAMA

Ekonom Ingatkan Pemerintah Soal Inflasi hingga PHK di Papua

Ia menjelaskan, inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi secara terus-menerus dalam periode tertentu. Ketika inflasi meningkat, kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa akan menurun karena nilai uang mengalami penyusutan. Menurutnya, dampak inflasi akan paling dirasakan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah karena sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Meski demikian, ia menilai penguatan sektor UMKM perlu terus didorong sebagai salah satu strategi menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Sementara itu, Ketua Regional Center of Excellence Universitas Cenderawasih sekaligus pengamat ekonomi, Prof Ary Mollet, PhD., menilai dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Papua.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di kampung relatif lebih mampu bertahan karena masih dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. “Yang lebih merasakan dampaknya adalah masyarakat perkotaan karena hampir seluruh kebutuhan harus dibeli. Ketika dolar naik, harga barang impor, kebutuhan pokok, hingga biaya transportasi ikut meningkat,” katanya.

Ary menjelaskan kenaikan nilai dolar akan berdampak langsung terhadap biaya operasional transportasi, termasuk harga tiket pesawat. Sebab, bahan bakar avtur dan sebagian besar suku cadang pesawat dibeli menggunakan dolar AS. “Dampaknya bisa dirasakan pada kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang yang akhirnya mendorong inflasi,” ujarnya. Meski membawa berbagai risiko, Ary melihat penguatan dolar juga dapat menjadi peluang bagi Papua untuk meningkatkan ekspor komoditas unggulan.

Menurutnya, Papua memiliki potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, kopi, kakao, dan berbagai komoditas lainnya yang dapat memberikan nilai tambah ketika dijual ke pasar internasional. “Ketika dolar menguat, nilai ekspor juga meningkat. Ini bisa menjadi peluang untuk mendatangkan devisa dan meningkatkan pendapatan masyarakat jika sektor-sektor unggulan daerah dikembangkan secara serius,” katanya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Hanya di Jalanan, di Lingkungan Rumah pun Kekerasan dan Pelecehan MengancamTak Hanya di Jalanan, di Lingkungan Rumah pun Kekerasan dan Pelecehan Mengancam

Tak Hanya di Jalanan, di Lingkungan Rumah pun Kekerasan dan Pelecehan Mengancam

  Warga setempat menyebut mereka anak jantung kota, sebutan sayang bagi anak jalanan. Mereka tumbuh…

8 hours ago

Sejak Ditempatkan Polisi, Antrean BBM di SPBU Hawai Lebih Tertib

Andi, salah seorang sopir truk yang mengantre solar, mengaku kehadiran personel kepolisian sangat membantu. Menurutnya,…

9 hours ago

Boaz Solossa Segera Bergabung

Sejak tim memulai latihan bersama, Boaz terlihat masih melakukan latihan terpisah di pinggir lapangan dan…

10 hours ago

Takuya Dipinjamkam ke Deltras FC!

Takuya rencananya akan dipinjamkan ke salah satu kontestan Liga 2. Artinya Persipura mencari pengganti gelandang…

11 hours ago

Bima Ragil Resmi Bertahan, Targetkan  Promosi

Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…

12 hours ago

Generasi Muda Port Numbay Penting Mengenal Budaya Leluhur

  Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…

13 hours ago