

Puluhan mahasiswa kedokteran Uncen saat melakukan aksi demo di depan kampus mereka terkait isu dilakukannya DO, Rabu (9/4) (Foto Robert Mboik)
JAYAPURA– Sejumlah calon dokter muda yang kuliah di Uncen terancam drop out (DO). Mereka telah melewati masa studi dan berpeluang dilakukan DO. meminta agar kampus segera melakukan proses renim termasuk disosialisasikan terkait aturan baru. Sebab dari aturan baru inilah yang dikhawatirkan bisa menganggu konsentrasi dari proses perkuliahan yang sudah berjalan selama ini.
Atas hal itu, sejumlah dokter muda tersebut melakukan aksi demo di depan Fakultas Kedokteran. Para calon dokter muda ini meminta pihak Universitas hingga jurusan untuk segera mengambil langkah.
“Kami minta proses renim bisa segera dilakukan,”kata salah satu koordinator aksi, Kansiskoris Mahuze, di depan halaman kampus di Ucen Abepura, Rabu (9/4).
Selain itu mereka juga menuntut agar perlu dilakukan sosialisasi terkait dengan pemberlakuan aturan aturan yang baru. Aturan baru yang belum sepenuhnya dipahami ini meminculkan isu ratusan calon dokter muda terancam DO dan itu sangat mengganggu mereka. Apalagi sejumlah dokter muda ini sedang mempersiapkan pelaksanaan ujian yang akan dilaksanakan Mei mendatang.
“Kenapa isu ini muncul sekarang, yang ada akan menganggu kami punya konsentrasi,”ungkap Mahuze.
Menanggapi ini Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, dr. Inneke V. Sumolang, menegaskan hingga saat ini, pihaknya belum mengeluarkan surat atau dokumen sehubungan dengan isu mahasiswa kedokteran yang drop out.
“Pertama kami mau tegaskan, sampai saat ini tidak ada dokumen yang dikeluarkan yang ditandatangani FK mengenai DO mahasiswa kedokteran,”ujarnya. Dia menerangkan, 134 calon dokter muda itu ada yang memang sudah lewat masa studi ada juga yang masih satu tahun kedepan melewati batas masa studinya.
Untuk yang sudah melewati lama masa studi atau terancam DO ini, pihaknya sudah berupaya untuk mengusulkan melalui universitas untuk membuatkan Nim baru atau renim. Dia mengakui, ratusan calon dokter muda tersebut memang ada yang sudah puluhan kali mengikuti ujian teori profesi ini namun tidak lulus, ada yang hingga 35 kali ujian.
Dalam setahun itu ada empat kali ujian dilaksanakan sesuai standar nasional. “Jadi renim ini mau diusahakan, apakah ada jalan, seperti yang disampaikan pembantu rektor 1, seandainya sekarang kita bisa bikin nim, sehari saja kita keluarkan,”bebernya.
Page: 1 2
Berdasarkan catatan Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, jenis kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara…
"Kemendikbud telah melakukan visitasi bersama FK Uncen dan beberapa rumah sakit pengampu di Provinsi Papua…
Gubernur Fakhiri mengungkapkan, Provinsi Papua memiliki 999 kampung yang seluruhnya telah diupayakan memiliki koperasi. Namun,…
Khusus Bansos yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Jayapura bertugas memastikan bantuan tersebut tersalurkan…
Sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi pasar liar di antaranya kawasan Expo Waena, Perumnas III…
Ketua Panitia Pembangunan, Benhur Tomi Mano, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan kerinduan jemaat yang telah…