Categories: METROPOLIS

Prodi Spesialis Anestesi Uncen Diharap Prioritaskan OAP

JAYAPURA–Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) tengah bersiap melakukan terobosan besar dalam dunia pendidikan medis di Bumi Cenderawasih. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uncen kini sedang dalam tahapan visitasi untuk pembukaan Program Studi (Prodi) Spesialis Anestesi.

Langkah ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua. Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak, menyatakan bahwa kehadiran program spesialis ini merupakan jawaban atas urgensi kebutuhan tenaga medis ahli di Tanah Papua.

Dina menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini sejalan dengan program akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis untuk mendukung visi strategis Asta Cita.

“Kemendikbud telah melakukan visitasi bersama FK Uncen dan beberapa rumah sakit pengampu di Provinsi Papua serta Kota/Kabupaten Jayapura. Ini adalah upaya yang sangat baik karena Tanah Papua saat ini sangat membutuhkan percepatan jumlah tenaga dokter spesialis,” ujar Dina kepada awak media saat hadiri kegiatan visitasi Prodi Spesialis Anastesi di Rektorat Uncen, Rabu (4/2)

Menurutnya, luasnya wilayah Papua tidak sebanding dengan ketersediaan dokter spesialis yang ada saat ini. Oleh karena itu, kehadiran pendidikan spesialis di tingkat lokal dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif.

Dalam implementasinya, pendidikan dokter spesialis ini nantinya akan mengintegrasikan peran rumah sakit besar sebagai pusat praktik, salah satunya adalah RSUD Jayapura (Dok II).

“Kami berharap visitasi ini segera tuntas agar proses pendidikan bisa langsung berjalan. Kehadiran spesialis Anestesi ini sangat krusial untuk menolong masyarakat di berbagai rumah sakit yang tersebar di Tanah Papua,” tambahnya.

Dina juga menekankan bahwa DPR Papua mendorong agar kedepannya tidak hanya spesialis Anestesi yang dibuka, tetapi juga bidang spesialisasi lainnya untuk melengkapi layanan kesehatan di Papua.

Terkait mekanisme perekrutan mahasiswa, Dina Laura Rumbiak memberikan catatan khusus. Mengingat status Papua sebagai daerah Otonomi Khusus (Otsus), ia meminta agar ada afirmasi bagi dokter-dokter lulusan Uncen dan putra-putri asli Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

15 hours ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

16 hours ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

17 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

18 hours ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

19 hours ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

1 day ago